DETAIL DOCUMENT
KORELASI SUPERVISI AKADEMIK DAN BUDAYA KERJA TERHADAP KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU TAMAN KANAK-KANAK KECAMATAN BERGAS KABUPATEN SEMARANG
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
Maslihah, Nur Isna
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-09-25 03:56:59 
Abstract :
Maslihah, Nur Isna, 2024. ?Korelasi Supervisi Akademik dan Budaya Kerja terhadap Kompetensi Pedagogik Guru Taman Kanak-Kanak Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang?. Tesis. Pembimbing I Dr. Endang Wuryandini, M.Pd, dan Pembimbing II Dr. Nurkolis, MM Permasalahan kompetensi pedagogik yang sering ditemui adalah guru dinilai belum mampu mengelola pembelajaran secara maksimal, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan potensi peserta didik serta kesulitan dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran. Tujuan penelitian ini (1) mengetahui korelasi supervisi akademik terhadap kompetensi pedagogik guru (2) mengetahui korelasi budaya kerja terhadap kompetensi pedagogik guru (3) mengetahui korelasi supervisi akademik dan budaya kerja secara bersama-sama terhadap kompetensi pedagogik guru Taman Kanak-Kanak di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang. Populasi penelitian ini adalah guru pada 22 Taman Kanak-Kanak di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang yang berjumlah 114 orang, sampel penelitian 89 guru yang dipilih dengan proportional random sampling pada tiap sekolah. Uji validitas, reliabilitas dan uji persyaratan regresi, uji regresi tunggal dan regresi ganda menggunakan program SPSS for Windows versi 23. Temuan hasil penelitian (1) supervisi akademik korelasi positif dan berpengaruh signifikan terhadap kompetensi pedagogik guru sebesar 52,3% sisanya dipengaruhi variabel lain, (2) budaya kerja korelasi positif dan berpengaruh signifikan terhadap kompetensi pedagogik guru sebesar 52,0% sisanya dipengaruhi variabel lain, (3) supervisi akademik dan budaya kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kompetensi pedagogik guru sebesar 55,2%, Saran dan implikasi (1) Kepala sekolah bersama guru merancang program tindak lanjut supervisi akademik dalam kegiatan workshop atau IHT pada setiap semester. (2) Kepala sekolah lebih intesif dalam melakukan supervisi akademik yang terkait pengelolaan kelas dan pengusaan karakteristik peserta didik, (3) Kepala sekolah lebih intensif dalam mendampingi guru dalam membuat rencana program pembelajaran. Kata Kunci: supervisi, budaya kerja, kompetensi pedagogik 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang