Abstract :
Miskonsepsi merupakan salah satu permasalahan yang sering ditemukan dalam
proses pembelajaran, ini karena adanya ketidaksesuaian konsep yang dimiliki siswa
dengan konsep sebenarnya. Miskonsepsi yang terus terjadi tanpa disadari akan
menyebabkan siswa kesulitan dalam menerima pembelajaran. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi yang terjadi pada siswa dan faktor
penyebabnya dengan menggunakan tes Five-Tier, angket, dan wawancara. Populasi
dalam penelitian ini merupakan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Jakenan. Sampel
dalam penelitian adalah siswa kelas XI-10 SMA Negeri 1 Jakenan. Teknik
sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data
menggunakan instrumen soal five-tier untuk mengukur miskonsepsi pada siswa
beserta sumbernya dan instrumen angket digunakan untuk mengetahui penyebab
miskonsepsi pada siswa. Penelitian ini juga menggunakan instrumen wawancara
yang hanya dilakukan bersama guru dengan menggunakan jenis wawancara tidak
terstruktur. Hasil penelitian didapatkan 21,76% siswa mengalami miskonsepsi.
Selain itu dengan menggunakan soal five-tier didapatkan hasil persentase
miskonsepsi pada submateri struktur dan fungsi sel sebesar 23,15%, miskonsepsi
pada submateri komponen kimiawi sel 21,30%, miskonsepsi pada submateri
organel sel tumbuhan dan sel hewan 21,43%, dan miskonsepsi pada submateri
mekanisme transport membran sebesar 20,14%. Berdasarkan hasil penelitian
dengan menggunakan soal five-tier sumber informasi yang digunakan siswa dalam
menjawab soal paling tinggi berasal dari pemikiran pribadi sebesar 80,38%, guru
0,48%, internet 8,92, teman 17,94%, dan buku 5,61%. Hasil yang didapatkan dari
soal berbanding lurus dengan hasil penyebab miskonsepsi yang menggunakan
instrumen angket, berdasrkan data angket didapatkan persentase penyebab
miskonsepsi 61,11% berasal dari siswa, 15,56% berasal dari guru, 40,56% berasal
dari internet, 45% berasal dari teman, dan 25% berasal dari buku.
Kata kunci : Miskonsepsi, Five-tier, Sel