DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU ASERTIF DENGAN TINGKAT STRES PADA SISWA SMA N 1 NGAWEN
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
SARI, CARISA PUTRI NOVITA
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-09-30 03:18:14 
Abstract :
Carisa Putri Novita Sari, NPM 20110067, ?Hubungan Antara Perilaku Asertif Dengan Tingkat Stres Pada Siswa SMA N 1 Ngawen? Skripsi. Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang. 2024. Pembimbing I Eka Sari Setianingsih, S.Pd. Pembimbing II Dr. Chr Argo Widiharto, S.Psi., M.,Si Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya perbedaan budaya barat dan timur mengenai cara menangani stres, ada yang berpendapat bahwa perilaku asertif bisa menjadi salah satu alternative pengurangan stres sementara ada juga yang mengatakan bahwa budaya barat tersebut masih belum diterapkan di negara timur terutama masyarakat jawa yang memiliki sikap pakewuh dan kerukunan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara perilaku asertif dengan tingkat stres. Stres merupakan suatu kondisi reaksi fisik dan psikis terhadap suatu tuntutan yang nantinya mengakibatkan ketegangan dan mengganggu kestabilan kehidupan sehari-hari (Priyoto, 2014). Menurut Alberti & Emmons (2017) asertif adalah perilaku individu yang bisa mengungkapkan apa adanya dengan tegas, dengan mengekspresikan perasaannya untuk mendapatkan hak-haknya dan juga menjaga hak orang lain seperti, (1) memahami hak individu yang bersifat pribadi (2) melakukan sebuah usaha untuk mencapai sebuah kemampuan dalam mengekspresikan emosi/perasaan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi, populasi dalam penelitian ini sebanyak 288 siswa. Sampel dalam penelitian ini diambil sebanyak 25% dari total populasi sehingga sampel yang digunakan sebanyak 72 siswa yang ditentukan dengan teknik proportional random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner skala likert dengan google form. Hasil korelasi product moment diperoleh nilai korelasi rhitung sebesar - 0,576 dengan nilai rtabel pada signifikansi 5% sebesar 0,229 maka dari itu rhitung -0,576 > rtabel 0,229. Maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan dengan koefisien korelasi sedang pada hasil penelitian ini. Keterbatasan penelitian ini adalah hanya berfokus pada mencari adanya hubungan antara dua variabel yaitu perilaku asertif dan tingkat stres karena peneliti hanya berfokus pada beberapa faktor saja sehingga kurang mendalam mengenai faktor yang lainnya. Kata Kunci: Perilaku Asertif, Tingkat Stres 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang