DETAIL DOCUMENT
IMPLEMENTASI ALGORITMA SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) UNTUK MENENTUKAN PRODUK KOPI BERKUALITAS DI KOPI BANARAN BERBASIS WEBSITE
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
Mutamimah, Lailatul
Subject
T Technology (General) 
Datestamp
2024-01-08 02:31:42 
Abstract :
Unit Produk Hilir (UPH) Kopi Banaran merupakan tempat pengolahan produk kopi. belum adanya aplikasi untuk menentukan produk kopi berkualitas di kopi banaran berbasis website.dan belum adanya pengelolaan data untuk penilaian kriteria dan bobot berkualitas yang sudah ditentukan. Pada penelitian ini membutuhkan penera?pan Algoritma Simple Additive Weighting (SAW) untuk penilaian kriteria dan bobot berkualitas secara tepat pada data kopi di Unit Produk Hilir (UPH) Kopi Banaran. Dengan tujuan untuk melakukan implementasi Algoritma Simple Additive Weighting (SAW) untuk penilaian bobot berkualitas secara tepat pada data kopi banaran di Unit Produk Hilir (UPH) Kopi Banaran berbasis website. Dengan menggunakan Metode Agile dalam pengembangan perangkat lunak dan Algoritma Simple Additive Weighting (SAW) di proses pembuatan website penentuan produk Kopi Banaran berkualitas baik diharapkan dapat membantu dalam pemilihan produk kopi berkualitas dan meningkatkan nilai produk kopi. Penelitian dilakukan dengan mencari nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilakukan proses perank?ingan yang akan menentukan alternatif yang optimal. Keputusan dalam menen?tukan kualitas produk kopi banaran menggunakan algoritma simple additive weighting (saw) ini menggunakan 4 kriteria yaitu aroma, rasa, harga dan roasting dengan bobot presentase 35% untuk kriteria aroma, 25% untuk kriteria rasa, 15% untuk kriteria harga dan 25% untuk kriteria roasting. Dengan hasil perankingan to?tal hasil normalisasi jumlah skor paling banyak rank 1, 2, 3 dari 26 produk kopi adalah Sachet Banaran 9 Ressort, Kopi 2 in 1, Jeera Kopi Gula. Dalam pengujian black box dilakukan pengujian kepada 3 responden dengan hasil dari pengujian adalah 100%, sedangkan tingkat kegagalan memiliki presentase 0% dan untuk user acceptance test (UAT) sendiri hasil pengujian adalah 75% dengan 3 responden. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem sudah berjalan. Saran yang dapat disampaikan adalah agar nantinya bisa digunakan untuk umum sebagai bahan acuan pembelian produk kopi yang sesuai minat pembeli dan data kriteria sebagai pengukur penentu kualitas produk kopi sebaiknya ditambah lagi karena sistem hanya mencakup 4 kriteria saja. Kata Kunci : Agile, Kopi, SAW 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang