DETAIL DOCUMENT
PENGEMBANGAN MODUL AJAR INTERAKTIF BERBASIS AUGMENTED REALITY MATERI IPAS SISTEM PENCERNAAN FASE C DI SDN 2 BABAKTULUNG REMBANG
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
NAJIH, DALILUN
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-10-01 04:31:15 
Abstract :
DALILUN NAJIH. 20120364. ?Pengembangan Modul Ajar Interaktif Berbasis Augmented reality Materi IPAS Sistem Pencernaan Fase C di SDN 2 Babaktulung?. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang 2024 Pembimbing I Dr. Siti Patonah, M.Pd. dan pembimbing II Sukamto, S.Pd., M.Pd. Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah masih terbatasnya pengembangan modul ajar interaktif berbasis augmented reality yang dapat membantu siswa memahami materi IPAS sistem pencernaan secara lebih mendalam. Hal ini dikarenakan masih jarang adanya pengembangan modul ajar IPAS berbasis augmented reality di Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menghasilkan modul ajar interaktif berbasis Augmented reality materi IPAS sistem pencernaan fase C. 2) Menganalisis tingkat validitas modul ajar interaktif berbasis Augmented reality materi IPAS sistem pencernaan fase C. 3) Menganalisis tingkat kepraktisan modul ajar interaktif berbasis Augmented reality materi IPAS sistem pencernaan fase C. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau RnD dengan model 4D yang terdiri atas 4 tahap utama yaitu: Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan), dan Dissemiate (Penyebaran). Subjek uji coba penelitian yang diambil adalah 39 peserta didik kelas V SDN 2 Babaktulung Rembang. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian pengembangan yang dilakukan peneliti menghasilkan produk modul ajar IPAS berbasis augmented reality yang didalamnya terdapat informasi umum modul, langkah-langkah pembelajaran, bahan ajar, LKPD, asesmen dan instrumen penilaian, serta media ajar digital assemblr edu materi sistem pencernaan dan media konkret digestive tube. Dari hasil validasi ahli diperoleh penilaian oleh ahli media dan ahli materi secaara berturut-turut adalah 93,7% dan 89% dengan kriteria ?sangat valid?. Selain itu terdapat penilaian kepraktisan yang dilakukan oleh guru kelas diperoleh nilai rata-rata persentase 88,7% dengan kriteria ?sangat praktis?. Sedangkan respon siswa diperoleh persentase 97,4% dengan kriteria ?sangat praktis?. Hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan modul ajar menunjukkan adanya kenaikan 21,05% pada kelas uji coba. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah supaya modul ajar interaktif berbasis augmented reality materi IPAS sistem pencernaan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif guru dalam mengajar dan dapat membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam. Kata Kunci: Pengembangan Modul Ajar, Augmented reality, Assemblr edu, IPAS 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang