Abstract :
Penetasan merupakan proses perkembangan embrio di dalam telur
sampai menetas. Penetasan telur ayam dapat dilakukan secara alami maupun
buatan. Penetasan buatan lebih praktis dan efisien dibandingkan penetasan alami
karena memiliki kapasitas yang lebih besar. Penetasan dengan mesin tetas atau
penetasan buatan dapat meningkatkan skala produksi dengan tingkat mortalitas
telur yang rendah. Mesin penetas telur terbukti mampu mempercepat proses
penetasan telur pada usaha budidaya unggas, dikarenakan proses penetasan telur
menggunakan mesin bisa dilakukan dengan kapasitas besar secara bersamaan.
Selama proses penetasan, temperatur dan kelembapan dalam mesin tetas
harus stabil dan sesuai untuk mempertahankan kondisi telur agar tetap baik. Suhu
dan kelembapan yang optimal akan akan mempengaruhi tingkat keberhasilan
penetasan, persentase fertilitas, kematian fertilitas dan dead in shell. Penelitian
ini melakukian rancang bangun alat tetas telur otomatis dimana suhu dan
kelembaban dikendalikan menggunakan metode fuzzy. Proses pengaturan suhu
dengan mengatur aliran listrik ke lampu pijar dan disaat suhu diangka 36ºC akan
menyala secara terus-menerus karena di set point suhu 36ºC dikatakan dingin dan
jika suhu diatas angka 39ºC lampu akan otomatis mati, karena di set point suhu
lebih dari 39ºC dikatakan panas.
Kata kunci : fertilitas, fertilitas, dead in shell, fuzzy