DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN ANTARA PERCAYA DIRI DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 SEMARANG
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
KUSUMA, GALUH OCTAVIO INDRA
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-10-21 02:10:54 
Abstract :
Galuh Octavio Indra Kusuma, NPM 15110151: ?Hubungan Antara Percaya Diri dengan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas VII SMP Negeri 6 Semarang?. Skripsi. Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas PGRI Semarang. Pembibing I Dr. Dini Rakhmawati M.Pd, pembimbing II Ismah S.Ag.,M.Pd .2021 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara percaya diri dengan komunikasi interpersonal siswa kelas VII SMP Negeri 6 Semarang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode ex post facto. Subyek penelitian adalah siswa SMP Negeri 6 Semarang, khususnya kelas VII B, VII C dan VII D yang berjumlah 93 siswa. Penentuan subyek penelitian menggunakan sample jenuh, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan hasil dari AKPD guru Bimbingan Konseling SMP Negeri 6 Semarang Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara percaya diri dengan komunikasi interpersonal siswa. Dibuktikan bahwa Fhitung > 0,05 atau 0,256 > 0,05, maka dapat disimpulkan kedua data tersebut homogen. (2) Terdapat hubungan linier antara percaya diri dengan komunikasi interpersonal. Dibuktikan dengan nilai hasil linieritas percaya diri dengan komunikasi interpersonal yaitu 0,134 > 0,05. (3) Nilai koefisien regresi variabel konsep diri sebesar 0,348 menunjukan jika variabel percaya diri meningkat, maka komunikasi interpersonal semakin meningkat. Dengan presentase sebesar 34,8%. Nilai koefisien determinasi R2 yang dihasilkan sebesar 0,123 yang berarti bahwa sebesar 12,3% komunikasi interpersonal dipengaruhi oleh percaya diri, sedangkan sisanya 87,7% dapat dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Sebaiknya Guru BK memberikan layanan bimbingan konseling kepada siswa sesuai dengan kebutuhan siswa. Siswa yang memiliki kategori tinggi hendaknya diberikan konseling individu sedangkan siswa yang memiliki kategori sedang diberikan layanan bimbingan kelompok atau konseling kelompok. Sesuai dengan kebutuhan siswa saat itu. Kata kunci : Percaya Diri, Komunikasi Interpersonal 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang