DETAIL DOCUMENT
PENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA PADA ANAK MELALUI MEDIA BONEKA TANGAN PADA SISWA TK B DI TK ISLAM DOA IBU TEMBALANG SEMARANG TAHUN AJARAN 2020/2021
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
UTARI, ANI
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-10-21 02:39:27 
Abstract :
ANI UTARI. NPM 18156013. ?Peningkatan Kemampuan Bercerita Pada Anak melalui Media Boneka Tangan Pada Siswa TK B di TK Islam Doa Ibu Tembalang Semarang? Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang. Universitas PGRI Semarang 2021. Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah menyimak dan membaca anak dalam bercerita dengan media boneka tangan TK B TK Islam Doa Ibu masih belum berkembang secara optimal. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana Peningkatan Kemampuan Bercerita Pada Anak melalui Media Boneka Tangan Pada Siswa Kelompok TK B di TK Islam Doa Ibu Tembalang Semarang dengan tema tanaman dan binatang. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah 1) Untuk meningkatkan kemampuan bercerita, 2) Untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak dengan melalui media boneka tangan pada kelompok TK B di TK Islam Doa Ibu Tembalang Semarang dengan tema Tanaman dan Binatang. Setting penelitian ini adalah tempat penelitian di TK Islam Doa Ibu Tembalang Semarang Tahun Ajaran 2020/2021. Subjek penelitian adalah anak kelompok B yang berjumlah 9 anak TK Islam Doa Ibu Tembalang Semarang. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, observasi dan metode pengumpulan data. Hasil penelitian adalah: berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa pada tindakan siklus I dan siklus II kemampuan bercerita anak sudah mengalami perubahan yang positif. Hal ini dapat dilihat dari observasi yang menunjukkan perubahan yang signifikan dari perolehan nilai belajar anak pada prasiklus dengan indikator Mengerti perintah secara bersamaan, mengulang kalimat yang lebih komplek, memahami aturan dalam suatu permainan, menjawab pertanyaan lebih kompleks, menyusun kalimat sederhana, mengekspresikan ide, menyimak cerita dengan baik, membaca buku cerita, memahami cerita dengan meragakan boneka tangan, menyebutkan bentuk boneka tangan dengan nilai sangat baik 11,1% atau 1 anak, pada siklus I dengan indikator yang sama dengan nilai sangat baik 33,4% atau 3 anak, dan pada siklus II dengan indikator yang sama dengan nilai baik 88,1% atau 8 anak. Dengan metode boneka tangan untuk peningkatan kemampuan bercerita dapat dilihat perubahan dari hasil penelitian pada siklus II mencapai nilai 88,1% dari nilai awal 11,1% . Dengan peningkatan yang optimal, maka hipotesis dapat diterima. 

File :
ANI UTARI.pdf
Institution Info

Universitas PGRI Semarang