DETAIL DOCUMENT
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI KEGIATAN MERONCE DI TK PGRI 81 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2020 – 2021
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
WARDANI, IKA NILA
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-10-22 02:40:07 
Abstract :
IKA Nila Wardani . NPM 18156011. ? Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak usia 4 -5 Tahun Melalui Kegiatan Meronce Di TK PGRI 81 Semarang Tahun pelajaran 2020 ? 2021?.Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan AnakUsia Dini Fakultas Ilmu pendidikan UNIVERSITAS PGRI Semarang. UPGRIS Semarang. 2021. Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah mengenai masih umum ditemukan adanya masalah anak-anak yang menunjukkan keterlambatan dalam keterampilam motorik halusnya, Anak masih memerlukan bantuan dan arahan dalam menggunakan motorik halus, seharusnya anak pada usia tersebut sudah bisa menggunakan motorik halus untuk melaksanakan berbagai kegiatan. Hal ini ditandai dengan anak dalam menggunakan jari-jemari untuk mengambil benda maupun memegang benda masih ada yang kesulitan. Di samping itu anak dalam menggunakan tangan untuk memindahkan benda dari tangan yang satu ke tangan lain masih ada yang mengeluh. Hal tersebut sangat terlihat ketika anak saat memegang crayon dan saat anak diminta untuk mengambil manik-manik, biji- bijian menggunakan dua jari. Pada dasarnya mengambil benda itu perlu adanya konsentrasi dan dibutuhkan kesabaran. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan Berdasarkan latar belakang danrumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan meronce di TK PGRI 81 Semarang Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan pada semester Genap selama 6 minggu yang dimulai dari tanggal 1 Maret 2021 sampai 10 Maret 2021. Subyek penelitian adalah anak kelompok usia 4-5 tahun yang berjumlah 20 anak yang terdiri dari 11 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Prosedur penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu 1) membuat perencanaan, 2) melakukan tindakan, 3) mengadakan pengamatan tindakan, 4) merefleksi hasil pengamatan tindakan, setiap siklus dilaksanakan 3 kali pertemuan. Data yang telah dikumpulkan dalam penelitian tersebut dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab IV dapat disimpulkan bahwa motoric halus dapat ditingkatkan melalui kegiatan meronce yang dilakukan secara individu. Bukti pencapaian pra siklus yang berkriteria baik sebanyak 2 anak, pada kondisi siklus I mengalami sedikit kenaikan menjadi 7 anak, sedangkan pada kondisi siklus II dapat dikatakan mengalami peningkatan menjadi 18 anak. 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang