DETAIL DOCUMENT
DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL BIJI KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP Escherichia coli HASIL ISOLASI AIR SUMUR GALI DAERAH TLOGOSARI WETAN KOTA SEMARANG
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
Nurafifah, Diah Ayu
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-10-23 02:50:55 
Abstract :
Salah satu alternatif penanganan permasalahan pencemaran dan wabah penyakit pada air sumur gali dapat dilakukan melalui pengobatan dengan tanaman yang mengandung senyawa antibakteri. Senyawa antibakteri merupakan senyawa yang dapat menghambat atau membunuh bakteri. Biji kelor (Moringa oleifera) bagi masyarakat masih dianggap limbah karena belum dimanfaatkan secara optimal. Biji kelor mengandung senyawa substansi antimikroba 4 ? Lamnosyloxy benzyl isothiocynate, minyak ben dan flokulan, serta lodat, dimana senyawa tersebut memiliki aktivitas antibakteri bersifat antiseptik yaitu suatu senyawa yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan atau aktivitas mikroorganisme lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol biji kelor (Moringa oleifera) terhadap pertumbuhan populasi Escherichia coli. Escherichia coli merupakan bakteri gram negatif penyebab diare. Mekanisme yang menyebabkan penghambatan dalam pertumbuhan bakteri Escherichia coli sehingga terbentuknya zona bening disebabkan adanya senyawa bioaktif yang terdapat di dalam biji kelor seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin, yang dapat tertarik ke pelarut etanol. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Metode ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 pelakuan dan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisi Varian (ANAVA) dan berdasarkan hasil analisis diperoleh F hitung (172.39) lebih besar dari F tabel (4.07) pada pengukuran daya hambat ekstrak etanol biji kelor. Hasil penelitian menunjukkan rataan daya hambat biji kelor pada perlakuan Kontrol tidak membentuk zona hambat, P1 dengan konsentrasi 25% sebesar 7.03 , P2 dengan konsentrasi 50% sebesar 11.00, P3 dengan konsentrasi 75% sebesar 15.03 mampu mempengaruhi pertumbuhan populasi Escherichia coli. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol biji kelor (Moringa oleifera) juga menghasilkan rataan daya hambat yang lebih besar. Kata kunci : antibakteri, biji kelor, senyawa antibakteri, Escherichia coli, daya hambat. 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang