DETAIL DOCUMENT
ANALISIS PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING SISWA KELAS IV SD NEGERI 02 KENDALSARI PEMALANG
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
HANDIKA, DIKY
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-10-23 03:38:48 
Abstract :
Diky Handika. NPM 17120065. ?Analisis Pembelajaran Blended Learning Siswa Kelas IV SD Negeri 02 Kendalsari Pemalang?. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas PGRI Semarang. Wawan Priyanto, S.Pd., M.Pd. dan Ikha Listyarini, S.Pd., M.Hum. 2021. Pandemi covid-19 memberikan dampak terhadap penerapan pembelajaran daring di SD Negeri 02 Kendalsari Pemalang. Pembelajaran yang semula dilakukan dengan murni tatap muka di sekolah sekarang berubah menggunakan metode blended learning atau pembelajaran campuran antara tatap muka dan dipadukan dengan dalam jaringan (daring). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis penerapan blended learning di kelas IV SD Negeri 02 Kendalsari Pemalang serta untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan penerapan blended learning di kelas IV SD Negeri 02 Kendalsari Pemalang. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Lokasi penelitian dilaksanakan di SD Negeri 02 Kendalsari Pemalang. Subjek penelitian ini meliputi siswa kelas IV, guru pengampu kelas IV, dan salah satu orang tua/wali murid kelas IV. Hasil penelitian ini diperoleh penerapan pembelajaran blended learning dilakukan dengan cara menggunakan aplikasi whatsapp untuk pembelajaran daring, dimana guru mengirimkan foto materi dan soal atau menyuruh peserta didik untuk mempelajari dan mengerjakan soal-soal di buku siswa. Sedangkan untuk pembelajaran luring pembelajaran dilakukan di rumah salah satu peserta didik. Pembelajaran blended learning yang dilakukan terdapat kekurangan seperti kurangnya peran orang tua dalam pendampingan belajar peserta didik, Materi pembelajaran susah dipahami oleh peserta didik. serta keterbatasan perangkat pembelajaran berupa handphone dan kuota internet. Saran yang dapat penulis sampaikan adalah bagi pemerintah khusunya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selaku pemangku kebijakan hendaknya memberikan fasilitas yang memadai baik bagi guru maupun murid khususnya subsidi kuota internet, bagi peserta didik harus bisa memperbaiki dalam memahami materi ataupun mengelola waktu agar lebih maksimal untuk belajar dan bagi guru harus mampu memperbaiki keterampilan dan pemahaman peserta didik agar peserta didik lebih maksimal dalam belajar. 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang