DETAIL DOCUMENT
PEMBELAJARAN SBdP KELAS IV SD NEGERI 02 JATIREJO PADA POLA PEMBELAJARAN DARING
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
FALAHIYAH, LESSY RIZKIANI
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-10-24 03:24:15 
Abstract :
LESSY RIZKIANI FALAHIYAH.NPM 17120243 ?Pembelajaran SBdP Kelas IV SD Negeri 02 Jatirejo Pada Pola Pembelajaran Daring?. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan.Universitas PGRI Semarang 2021. Dosen pembimbing I Prasena Arisyanto, S.Pd., M.Pd dan Dosen pembimbing II Qoriati Mushafanah,S.Pd., M.Pd. Latar belakang dalam penelitian ini adalah dari adanya pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia yang menyebabkan segala bentuk sistem pembelajaran berubah. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara daring/online, sehingga mengharuskan proses pembelajaran yang tadinya dilakukan secara tatap muka kini diganti menjadi pembelajaran jarak jauh/online dengan menggunakan platform digital. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) menganalisis pembelajaran SBdP kelas IV SD Negeri 02 Jatirejo pada pola pembelajaran daring, 2) mengidentifikasi kekurangan dan kelebihan pembelajaran SBdP kelas IV SD Negeri 02 Jatirejo pada pola pembelajaran daring. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara kepada kepala sekolah, wawancara kepada guru kelas IV, angket kepada siswa kelas IV dan angket kepada orang tua siswa kelas IV, serta dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peksanaan proses pembelajaran SBdP yang dilakukan secara daring/online berjalan dengan baik dan lancar. Proses pembelajaran SBdP dilakukan melalui platform digital berupa WhatsApp dan Youtube. Walaupun proses pembelajaran berjalan dengan baik dan lancar, namun ada kendala yang dihadapi siswa dan guru saat proses pembelajaran yaitu seperti ketersediaan kuota dan sinyal yang kurang stabil. Kelebihan dari proses pembelajaran yang dilakukan secara daring yaitu siswa memiliki lebih banyak waktu untuk mempelajari materi dan juga mengerjakan tugas yang diberikan. Sumber belajar siswa tidak hanya materi yang diberikan guru, tetapi dapat mencari sumber lain atau bahkan dapat belajar dari lingkungan sekitar. Sedangkan kekurangan dari proses pembelajaran yang dilakukan secara daring yaitu ketersediaan kuota dan sinyal yang tidak stabil. Saran dalam penelitian ini adalah agar kedepannya proses pembelajaran dapat dipersiapkan dengan lebih matang lagi sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan berkembang. 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang