DETAIL DOCUMENT
ANALISIS KESULITAN BELAJAR PEMBELAJARAN DARING PADA SISWA KELAS IV SDN 02 PURBOSARI KABUPATEN TEMANGGUNG
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
PRASETYO, M. SYURYA AFHI
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-10-24 07:22:14 
Abstract :
M. SYURYA AFHI PRASETYO. NPM 14120320. ?Analisis Kesulitan Belajar Pembelajaran Daring Siswa Kelas IV SDN 02 Purbosari Kabupaten Temanggung?. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas PGRI Semarang. 2021. Pembimbing I Sukamto, S. Pd., M. Pd. dan Pembimbing II Drs. Kiswoyo, M.M. Pendidikan dalam Undang-Undang RI No. 20 tahun 2003 pasal 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Seiring berkembangnya teknologi dan adanya virus covid-19 di Indonesia, diberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dibagi menjadi dua pendekatan yaitu pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring). Fokus penelitian ini adalah hambatan atau kesulitan-kesulitan belajar siswa pada pembelajaran daring yang meliputi: bagaimana kesulitan belajar pembelajaran daring kelas IV SDN 02 Purbosari Kabupaten Temanggung? Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber informasi kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengecekan data dengan cara perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negatif, dan membercheck. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Analisis Kesulitan Belajar Pembelajaran Daring Siswa Kelas IV SDN 02 Purbosari Kabupaten Temanggung antara lain: (1) kurangnya koordinasi anatara guru dan orang tua dalam membimbing anak menggunakan metode pemebelajaran secara daring, (2) materi yang didampaikan guru kurang lengkap dan kurang bisa dipahami oleh siswa karena keterbatasan media yang disediain oleh pihak sekolah, minimnya materi dan tingginya kejenuhan siswa terhadap sistim pembelajaran secara daring yang dilakukan oleh pigak sekolah, (3) faktor eksternal merupakan faktor yang tidak berasalan dari dalam sistim itu sendiri yaitu belum semua siswa dan orang tua mempunyai HP sebagai media utama dalam pembelajaran secara daring, kuota internet yang tidak memadai serta signal yang tidak stabil dilingkungan tempat tinggal siswa menjadi penghalang berlangsungnya metode belajar secara daring. Berdasarkan hasil temuan di atas, Pihak sekolah diharapkan melakukan metode pembelajaran dengan sistim langsung tetapi dibagi dalam bentuk shift agar tetap mematuhi protocol Kesehatan yang berlaku. Didalam metode langsung sekolah diharapkan menyampaikan materi secara jelas dan padat dan untuk pemebelajran secara daring hanya diberikan tugas tugas sehingga hal ini dapat mengurangi kesulitan yang dirasakan oleh para siswa dan orang tua serta para guru. 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang