DETAIL DOCUMENT
PENGGUNAAN NAMA KAFE DI SEMARANG DAN DAYA PRAGMATIK PENYERTANYA
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
SETYANI, VEGA YUNI
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-10-25 02:02:11 
Abstract :
Vega Yuni Setyani. NPM 17410030. ?Penggunaan Nama Kafe di Semarang dan Daya Pragmatik Penyertanya?. Skripsi. Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas PGRI Semarang. Pembimbing I Drs. Siswanto PHM, M.Pd. dan Pembimbing II R. Yusuf Sidiq Budiawan S.Pd., M.A. Kata Kunci: penggunaan nama kafe di semarang, daya pragmatik penyertanya. Penelitian ini dilatarbelakangi maraknya penggunaan bahasa asing dan pemilihan nama yang unik dan menarik yang digunakan sebagai label atau brand pada badan usaha. Dari fenomena tersebut, menarik untuk diteliti apakah penggunaan bahasa Indonesia akan mengurangi nilai estetika dari penamaan tersebut atau tidak, serta memiliki pengaruh atau daya tarik terhadap minat pengunjung atau tidak. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penggunaan nama kafe di Semarang? dan bagaimanakah daya pragmatik penyertanya? Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan nama kafe di Semarang dan mendeskripsikan daya pragmatik penyertanya. Metode penyediaan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik penyediaan data yang digunakan adalah dokumentasi dan wawancara tidak terstruktur. Metode dan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode padan dengan teknik pilah unsur penentu dan metode agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung serta teknik lanjutan berupa teknik perluas. Metode dan teknik penyajian hasil analisis data yang digunakan dalam penelitian ini metode informal yaitu pendeskripsian berupa kalimat, bukan angka-angka. Dari hasil analisis akhir telah ditemukan bentuk penggunaan bahasa yang didominasi oleh tingkat frasa berunsur nomina+nomina dan banyak terpengaruh oleh penggunaan frasa bahasa Inggris (MD) dengan berbagai jenis bahasa yaitu bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dan bahasa asing yang didominasi oleh makna yang mengarah kepada makna kehidupan. Nama-nama kafe di kota Semarang dapat memberikan pengaruh atau daya tarik terhadap minat pengunjung yang dapat dibagi menjadi tiga kategori yaitu, kuat, sedang, dan lemah yang termasuk dalam jenis tindak perlokusi membuat lawan tutur tahu, menarik perhatian, mengalihkan perhatian, dan membujuk. Saran yang dapat disampaikan penulis bahwa pebisnis dan calon pebisnis di Indonesia perlu memperhatikan pemilihan nama yang unik dan menarik yang tak perlu selalu menggunakan bahasa asing untuk meningkatkan eksistensinya. Pelabelan nama berbahasa Indonesia sangatlah mampu bersaing di era globalisasi saat ini meskipun tidak menggunakan bahasa asing, dan tentunya jika kafe tersebut ditunjang dengan pelayanan dan sajian menu yang menarik. 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang