DETAIL DOCUMENT
PERSEPSI GURU PENJAS TERHADAP KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN DARING DI TENGAH PANDEMI COVID-19 JENJANG SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SEDERAJAT DI KABUPATEN WONOSOBO
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
HIDAYAT, WAHYU
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-10-25 02:50:13 
Abstract :
Wahyu Hidayat, ?Persepsi guru penjas terhadap keefektifan pembelajaran daring di tengah pandemi covid-19 jenjang sekolah menengah pertama di Kabupaten Wonosobo?, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Keolahragaan, Universitas PGRI Semarang, 2021. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya wabah pandemi covid-19, sistem pembelajaran penjas yang secara umum dilakukan secara tatap muka menjadi sistem pembelajaran peenjas yang dilakukan secara daring, dimana tidak semua metode pembelajaran daring dapat digunakan pada proses pembelajaran penjas. Rumusan masalahnya yaitu bagaimana persepsi guru penjas Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Wonosobo terhadap pembelajaran daring ditengah pandemi covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru penjas Sekolah Menengah pertama sederajat di Kabupaten Wonosobo terhadap keefektifan pembelajaran daring. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik pengumpulan data menggunakan instrumen angket yang bersifat tertutup dan telah memenuhi uji validitas dan uji reliabilitas dengan R tabel 0,304. Subyek dalam penelitian ini adalah 42 guru Penjas Sekolah Menengah Pertama sederajat di Kabupaten Wonosobo yang di ambil 30% dari total guru yang ada yaitu 140 Guru Penjas. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif yang dituangkan dalam persentase serta pengkategorian berdasarkan Mean dan Standar Deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru penjas terhadap keefektifan pembelajaran daring jenjang Sekolah Menengah Pertama sederajat di kabupaten Wonosobo berada pada kategori cukup baik dengan presentase 47,6% atau 20 guru, dengan rincian dari 42 guru penjas sebanyak 4 guru (9,5%) yang dikategorikan sangat baik, 6 guru (14,2%) yang dikategorikan baik, 20 guru (47,6%) berkategori cukup baik, 11 guru (26,1) berkategori tidak baik, dan 1 guru (2,3%) berkategori sangat tidak baik. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa pembelajaran daring belum efektif di terapkan pada mata pelajaran penjas. Kesimpulan dari penelitian yang meneliti persepsi guru penjas terhadap keefektifan pembelajaran daring berada pada kategori cukup baik. Hasil cukup baik tersebut diartikan bahwa sebagian besar guru penjas menyatakan bahwa pembelajaran secara daring belum efektif diterapkan untuk menunjang tercapainya tujuan pembelajaran penjas. Dikarenakan faktor-faktor pembelajaran penjas yang diterapkan secara daring masih belum bisa berjalan secara optimal dalam menunjang tercapainya tujuan pembelajaran penjas yang di harapkan. Kata kunci: Persepsi guru penjas, pembelajaran daring, Covid-19 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang