DETAIL DOCUMENT
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DI TINJAU DARI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI PECAHAN KELAS III SDN GAYAMSARI 02 SEMARANG
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
SULISTYANI, DWI
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-11-05 03:04:08 
Abstract :
DWI SULISTYANI. NPM 16120119 ? Analisis Kesulitan Belajar Siswa Ditinjau Dari Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Pada Materi Pecahan Kelas III SDN Gayamsari 02 Semarang?. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang. Dosen Pembimbing I Ervina Eka Subekti,S.Si.M.Pd. dan dosen pembimbing II M.Yusuf Setia Wardana, S.Pd.,M.Pd. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kesulitan yang dialami siswa pada materi pecahan terutama perbandingan (<, >, =) serta mengalami kesulitan dalam proses perhitungannya.Hal tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal. Misalnya kesulitan dalam perhitungan, rendahnya kemampuan siswa untuk memahami soal, serta kesulitan menentukan cara untuk menyelesaikan soal pecahan. Permasalahan pada penelitian ini adalah mengenai kesulitan-kesulitan belajar siswa yang ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi pecahan kelas III SDN Gayamsari 02 Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih dalam mengenai kesulitan-kesulitan belajar yang dialami siswa kelas III SDN Gayamsari 02 Semarang yang ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah matematika materi pecahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriftif yaitu penelitian yang mendeskripsikan temua-temuan yang diperoleh dari lapangan. Subjek yang diambil adalah 6 siswa kelas III SDN Gayamsari Semarang tahun ajaran 2019/2020. Data diperoleh melalui wawancara, tes dan dokumentasi. Berdasarkan analisis kesulitan belajar dengan menggunakan metode polya, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas III SDN Gayamsari 02 Semarang memiliki skor pada aspek memahami masalah sebesar 50 (33,3%) yang masuk kategori sedang, aspek membuat rencana memiliki skor sebanyak 99 (66 %) yang masuk kategori rendah, aspek menerapkan rencana memiliki skor sebanyak 95 (63,30%) yang masuk kategori rendah dan aspek mengecek kembali memiliki skor sebanyak 98 (65,30%) yang masuk kategori rendah. Kesulitan tersebut dikarenakan masih kurangnya pemahaman terhadap soal, kesalahan dalam menentukan strategi yang benar untuk menyelesaikan soal dan kesulitan dalam proses perhitungan serta daya tangkap anak yang rendah. Dari penelitian ini diharapkan guru harus lebih memahami kesulitan yang dialami oleh siswa dalam pembelajaran sehingga dapat mencari solusi guna mengatasi kesulitan yang dialami siswanya misalnya dengan memberikan latihan soal pemecahan masalah secara berulang-ulang dan juga memberikan cara efektif untuk siswa dalam memecahkan masalah pada soal cerita pecahan. 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang