DETAIL DOCUMENT
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 DEMPET
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
SANDYARIESTA, DINAR
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-11-05 03:50:35 
Abstract :
DINAR SANDYARIESTA. NPM 15110142. ?Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Problem Solving terhadap Kemandirian Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Dempet? Skripsi. Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Unversitas PGRI Semarang 2020. Pembimbing I Dr. Yovitha Yulietjantiningsih., M.Pd. pembimbing II Dra. Tri Hartini, S.Pd., M.Pd., Kons. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving terhadap kemandirian belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Dempet? Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving terhadap kemandirian belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Dempet. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan True Experimental model Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Dempet, yang terdiri dari 6 kelas dengan jumlah populasi 200 siswa. Satu kelas digunakan untuk try out, sedangkan sampelnya terdiri dari 6 kelas dengan mengambil 20 siswa secara acak untuk dijadikan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling, metode pengumpulan data dalam penelitian ini melalui skala psikologis kemandirian belajar. Dari hasil perhitungan analisis skala kemandirian belajar pada kelompok eksperimen dengan menggunakan uji-t hasil posttest menunjukan rata-rata kelompok eksperimen sebesar 4,5 dan kelompok kontrol sebesar 74,2. Sehingga terjadi peningkatan rata-rata pada kelompok eksperimen sebesar 9,3. Pada perhitungan uji-t diperoleh hasil thitung sebesar 3,198, dan ttabel diperoleh dari dk = n1 + n2 = 18 pada taraf signifikan 5% sebesar 2,101. Dengan hasil tersebut berarti thitung (3,198) > ttabel (2,101), maka Ha diterima dan Ho ditolak. Demikian hipotesis dinyatakan diterima yang berbunyi viii ?ada pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving terhadap kemandirian belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Dempet?. Saran yang dapat peneliti sampaikan bagi guru BK hendaknya dapat menggunakan dan memanfaatkan layanan bimbingan kelompok dengan Teknik Problem Solving terhadap Kemandirian Belajar, bagi siswa dapat mengikuti layanan bimbingan kelompok secara aktif. Kata kunci: Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Problem Solving, Kemandirian Belajar. 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang