DETAIL DOCUMENT
ANALISIS KEMAMPUAN SAINS INQUIRY ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK TAMAN BELIA CANDI SEMARANG DAN TAMAN KANAK-KANAK CAHAYA ILMU SEMARANG
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
DEWI, LINDIANA KUMALA
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-11-05 04:01:01 
Abstract :
LINDIANA KUMALA DEWI. NPM 16150009. ?Analisis Kemampuan Sains Inquiry Anak Usia Dini Di Taman Kanak-Kanak Taman Belia Candi Semarang Dan Taman Kanak-Kanak Cahaya Ilmu Semarang?. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang. Universitas PGRI Semarang. 2020. Latar Belakang yang mendorong penelitian ini adalah rendahnya kemampuan peserta didik dibidang matematika, sains, dan membaca. Hal ini disebabkan pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga kurang memberikan pengalaman lebih kepada peserta didik. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana analisis kemampuan sains inquiry anak usia dini di Taman Kanak-Kanak Taman Belia Semarang dan Taman Kanak-Kanak Cahaya Ilmu Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sampel penelitian yaitu siswa kelompok TK B di Taman Kanak-Kanak Taman Belia Semarang dan Taman Kanak-Kanak Cahaya Ilmu Semarang. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta pengisian angket. Hasil analisis aspek sains inquiry secara keseluruhan pada Taman Kanak-Kanak Taman Belia Candi Semarang yang mendapatkan kriteria Tertinggi pada aspek ?merumuskan kesimpulan? sebesar 80%, kemudia peringkat kedua pada aspek ?menguji hipotesis sebesar? 73,3%, peringkat ke tiga pada aspek ?mengumpulkan data? sebesar 60%, peringkat keempat pada aspek ?orientasi? sebesar 53,3%, peringkat kelima pada aspek ?merumuskan masalah? sebesar 46,7%, dan peringkat terakhir pada aspek mengajukan ?hipotesis? sebesar 40%. Hasil analisis aspek sains inquiry secara keseluruhan pada Taman Kanak-Kanak Cahaya Ilmu Semarang yang mendapatkan kriteria tertinggi pada aspek ?menguji hipotesis? sebesar 100%, peringkat kedua pada aspek orientasi, merumuskan masalah, mengumpulkan data, merumuskan kesimpulan hal ini ditunjukan dengan kesamaan angka presentase yang diperoleh yaitu sebesar 94,1%, pada peringkat ketiga pada aspek mengajukan ?hipotesis? sebesar 82,4%. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah pembelajaran sains inquiry dapat meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah pada anak usia dini. Kata Kunci : Anak Uisa Dini, Kemampuan Sains Inquiry LINDIANA KUMALA DEWI. NPM 16150009. "Analysis of Early Childhood Inquiry Science Ability in Taman Belia Candi Kindergarten Semarang and Cahaya Ilmu Kindergarten, Semarang". Essay. Early Childhood Education Teacher Education Study Program, Faculty of Education, PGRI University Semarang. PGRI University in Semarang. 2020 The background that drives this research is the low ability of students in the fields of mathematics, science, and reading. This is due to learning that is still teacher-centered so that it does not provide more experience to students. The problem in this research is how to analyze the ability of science inquiry in early childhood in Taman Belia Candi Kindergarten Semarang and Kindergarten Cahaya Ilmu Semarang. This type of research is a qualitative descriptive study. The research samples were students of Kindergarten B group in Taman Belia Candi Kindergarten Semarang and Cahaya Ilmu Kindergarten, Semarang. The data in this study were obtained through observation, interviews, documentation, and filling out questionnaires. The results of the analysis of the science aspect of inquiry as a whole at the Kindergarten Taman Belia Candi Semarang Semarang that get the highest criteria in the aspect of "formulating a conclusion" is 80%, then the second rank is in the aspect of "testing the hypothesis by" 73.3%, ranking third in the aspect "Collecting data" is 60%, the fourth rank is in the "orientation" aspect of 53.3%, the fifth rank is the "formulating a problem" aspect of 46.7%, and the last ranking is the aspect of proposing a "hypothesis" of 40%. The results of the analysis of the science aspect of inquiry as a whole at the Kindergarten of Cahaya Ilmu Semarang that got the highest criteria in the aspect of "testing the hypothesis" by 100%, ranked second in the aspect of orientation, formulating problems, collecting data, formulating conclusions, this is shown by the similarity of percentage figures. obtained that is equal to 94.1%, ranked third on the aspect of submitting a "hypothesis" of 82.4%. Based on the results of this study, the suggestion that can be conveyed is that inquiry science learning can improve scientific thinking skills in early childhood. Keyword : Early chilhood, Inquiry science skills 

File :
LINDIANA.pdf
Institution Info

Universitas PGRI Semarang