DETAIL DOCUMENT
ANALISIS POLA ASUH ORANG TUA DALAM MEMPERTAHANKAN AFEKSI SAYANG PADA ANAK HIDROSEFALUS
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
CHUMAEROTIN, SITI
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-11-05 06:36:40 
Abstract :
SITI CHUMAEROTIN. NPM 16150032. ?Aalisis Pola Asuh Orang Tua Dalam Mempertahankan Afeksi Sayang Pada Anak Hidrsefalus?. Skripsi. Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang. 2020. Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, sebanyak 20 bayi yang baru lahir menderita hidrosefalus dari setiap 10.000 kelahiran di Indonesia. Hidrosefalus merupakan kondisi dimana karakteristik utamanya adalah akumulasi cairan yang berlebihan dalam otak. Kelahiran bayi dengan kelainan kongenital menduduki urutan ketujuh (4,2%) dari penyebab kematian bayi di Indonesia.penelitian yag bertujuan untuk mengetahui proses pengasuhan orangtua untuk mempertahankan afeksi sayang pada anak hidrosefalus. Fokus dalam penelitian ini adalah menganalisis pola asuh orang tua dalam mempertahankan afeksi sayang pada anak hidrosefalus. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan study kasus. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini membahas mengenai analisis pola asuh orang tua dalam mempertahankan afeksi sayang pada anak hidrosefalus. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari hasil penelitian tiga pola asuh tersebut pola asuh yang diterapakan oleh orang tua anak adalah pola asuh demokatis. Hal ini dapat terlihat dari beberapa aspek pola asuh diantaranya ada: Merawat, Mendidik, Menjaga, Berinteraksi, Motivasi, Objektif, dan Pemimpin. Aspek merawat disini bahwa orang tua merawat anak dengan ikhlas dan penuh kasih sayang, dari segi mendidik orang tua selalu mengajarkan anak untuk bersikap disiplin dan mengajarkan kemandirian agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat berkembang, dari segi menjaga orang tua sangat melindungi anak dari pengaruh negatif yang kurang peduli terhadap anak, dari segi berinteraksi orang tua selalu mengajak anak untuk berinteraksi dalam kegiatan apapun baik diluar rumah maupun didalam rumah, didalam aspek motivasi orang tua selalu memberikan dukungan dan semangat kepada anak, serta dalam aspek pemimpin orang tua menekankan beberapa aturan yang harus dipatuhi oleh anak dan menjadi panutan bagi anak-anaknya. Orangtua menghargai dan memahami keadaan anak sehingga anak akan merasa nyaman, bersikap mandiri, cerdas, dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar dengan baik, dan yang utama memiliki kepribadian yang baik. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah kenali anak mulai dari usia dini (setiap perkembangan dan pertumbuhannya). Bila ada kelainan dari anak normal lainnya cepat mencari solusi atau melakukan pengobatan. 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang