DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN PERSEPSI DAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI DENGAN AKTIVITAS FISIK SISWA DI SMA/SMK KALINYAMATAN DAN MAYONG Diajukan kepada Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FPIPSKR
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
MUTTAQIN, FAIZUL
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-11-07 03:04:39 
Abstract :
Muttaqin,Faizul, 2019. HUBUNGAN PERSEPSI, MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI DENGAN AKTIVITAS FISIK SISWA DI SMA KALINYAMATAN DAN MAYONG. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Keolahragaan, Universitas PGRI Seamarang. Fajar Ari Widiyatmoko, S.Pd., M.Pd. dan Setiyawan, S.Pd., M.Or. Latar belakang penelitian ini adanya permasalahan antara persepsi siswa dan motivasi belajar penjas berdampak pada aktivitas fisik siswa, sehingga pemecahan masalah yang sederhana maka diperlukan sebuah inovasi mengajar untuk meningkatkan aktivitas fisik siswa dengan persepsi siswa dan motivasi belajar penjas. Desain yang digunakan dalam penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif. Penggunaan pendekatan kuantitatif dengan metode survei/kuisoner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa per angkatan satu kelas yang terdiri dari 1 SMA Negeri di Kecamatan Kalinyamatan dan 1 SMA Negeri Mayong. Adapun kuesioner yang terkumpul dan dapat diolah sebagaimana jumlah sampel yang telah ditentukan di awal adalah sebanyak 345 dengan usia 16 tahun 85, 17 tahun 100, usia 18 tahun 110, usia 19 tahun 50. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa pada variabel persepsi siswa oleh 345 responden sebanyak 24 indikator diketahui bahwa respon terendah pada indikator X1.1 hingga X1.24 diperoleh nilai koefisien korelasi 0,129 pada X1.8 dan sebesar 0,622 (tertinggi) pada X1.24. Pada variabel motivasi belajar oleh 345 responden sebanyak 16 indikator diketahui bahwa respon terendah pada indikator X2.1 hingga X2.16 diperoleh nilai koefisien korelasi 0,183 (terendah) pada X2.1 dan sebesar 0,546 (tertinggi) pada X2.7. Pada variabel aktivitas fisik siswa oleh 345 responden sebanyak 18 indikator diketahui bahwa respon terendah pada indikator Y.02 sebesar -0,516, sedangkan pada indikator Y.06 sebesar 0,521 (tertinggi). Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan variabel persepsi siswa dengan aktivitas fisik, karena P-value variabel persepsi siswa sebesar 0,340 (>0,05) sehingga hipotesis yang diajukan tidak diterima. Dan terdapat hubungan variabel motivasi belajar dengan aktivitas fisik, karena P-value pada variabel motivasi belajar sebesar 0.076 (>0,05) sehingga hipotesis yang diajukan tidak diterima. Saran penelitian ini adalah aspek persepsi siswa dan motivasi belajar penjasores, hendaknya guru mampu lebih meningkatkan persepsi siswa dan motivasi belajar tentang pembelajaran pesjasorkes, sehingga persepsi siswa dan motivasi belajar meningkat guna peningkatan aktifitas fisik siswa. Kata Kunci: Persepsi Siswa, Aktivitas Fisik, Motivasi Belajar Penjas 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang