DETAIL DOCUMENT
PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC DAN SQUAT JUMP TERHADAP DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PADA KLUB BOLA VOLI PUTRA SERANG
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
Widodo, Megi Panggih Wahyu
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-11-07 03:24:04 
Abstract :
Widodo Wahyu Panggih Megi. ?Pengaruh Latihan Plyometric dan Squat Jump Terhadap Daya Ledak Otot Tungkai Pada Klub Bola Voly Putra Serang Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan?. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Keolahragaan, Universitas PGRI Semarang, 2020. Olahraga bolavoli merupakan olahraga permainan yang sangat digemari oleh masyarakat di Kabupaten Grobogan, Salah satu faktor penting dalam bola voli adalah daya ledak otot tungkai yang berhubungan dengan loncatan pemain saat melakukan smash ataupun block. Dari sekelompok otot yang paling dominan mendukung terhadap jumping smash adalah otot tungkai. Dalam klub tersebut terdapat masalah yaitu daya ledak otot tungkai tiap atlet kurang maksimal menjadikan jumping atlet tidak maksimal. Salah satu jenis metode latihan untuk meningkatkan explosive power adalah dengan metode latihan plyometric,bertujuan agar peneliti mengetahui adakah pengaruh atau tidak terhadap daya ledak otot tungkai para atlet tersebut. Pendekatan penelitian menggunakan teknik korelasi dalam penelitian ini adalah pengaruh latihan plyometric dan squat jump terhadap daya ledak otot tungkai. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah keseluruhan dari populasi yang berjumlah 11 atlet. Teknik pembagian sampel yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan ordinal pairing. Tahap pertama dilakukan pretest terhadap keseluruhan sampel, setelah itu hasil pretest disusun berdasarkan peringkat atau rangking. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, kelompok A (Latihan Plyometric) dan kelompok B (Latihan Squat Jump). Hasil penelitian menunjukkan : (1) Ada pengaruh latihan plyometric jump to box terhadap kemampuan daya ledak otot tungkai atlet bola voli putra pada Klub Bola Volly Putra Serang dengan thitung (8,151) > ttabel (2,228), dan nilai signifikansi p (0,000) < dari 0,05, rerata pre-test 55,36, rerata post-test 57,91 dengan peningkatan sebesar 2,55 cm; (2) Ada pengaruh latihan squat jump terhadap daya ledak otot tungkai pada Klub Bola Volly Putra Serang dengan thitung (3,303) > ttabel (2,201), dan nilai p (0,008) < dari 0,05, rerata pre-test 50,82, rerata post-test 54,36 dengan peningkatan sebesar 3,54 cm; (3) Latihan squat jump lebih baik untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai pada Klub Bola Volly Putra Serang, thitung (2,089) > ttabel (2,080), dan nilai p (0,049) < dari (0,05). Dengan selisih perbedaan 0,99 cm lebih baik squat jump dibandingkan dengan plyometric jump to box. Kesimpulannya Latihan squat jump berpengaruh lebih baik karena secara fisologi terjadi reflek regang (stretch reflex) atau reflek miotatik merupakan respon terhadap tingkat peregangan otot yang diberikan dan merupakan salah satu reflek tercepat pada tubuh manusia. Sehingga dapat disimpulkan latihan squat jump lebih baik dari pada latihan plyometric jump to box. Saran yang dapat diberikan untuk penelitian ini : (1) Bagi pemain yang masih mempunyai kemampuan daya ledak otot tungkai kurang dapat ditingkatkan dengan sqat jump atau plyometric jump to box; dan (2) Bagi pelatih latihan plyometric jump to box dan squat jump dapat digunakan sebagai program latihan meningkatkan kemampuan daya ledak otot tungkai pada Atlet Bola Voli. Kata Kunci : Bolavoli, Squat Jump, Plyometric, Daya Ledak Otot Tungkai 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang