DETAIL DOCUMENT
PENGARUH KOMBINASI TOP SOIL DAN LIMBAH PADAT KAYU PUTIH (Melaleuca leucandedra L.) TERHADAP PERKECAMBAHAN CIPLUKAN (Physalis angulata) DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
Rahayu, Surya Fuji
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-11-18 02:50:13 
Abstract :
Kombinasi top soil dan limbah padat kayu putih mempunyai potensi yang sangat besar untuk digunakan sebagai salah satu alternatif penggati media tanam dalam perkecambahan tanaman ciplukan (Physalis angulata). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi top soil dan limbah padat kayu putih (Melaleuca leucandedra L.) terhadap perkecambahan tanaman ciplukan (Physalis angulata). Metode yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL), diuji dengan uji ANOVA yang dilanjutkan dengan Post Hoc test. Perlakuan yang digunakan yaitu P0 : 100% limbah padat kayu putih, P1 : 75% limbah padat kayu putih+ top soil, P2 50% limbah padat kayu putih + 50% top soil, P3 25% limbah padat kayu putih + 75% top soil. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh Kombinasi top soil dan limbah padat kayu putih (Melaleuca leucandedra L.) pada tinggi perkecambahan ciplukan (Physalis angulata) tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap persentase biji berkecambah dan waktu perkecambahan dimana untuk tinggi perecambahan Fhitung (5,036) < Ftabel 5% (4,07) dan Ftabel 1% (7,59), persentase biji berkecambah Fhitung (0,983) < Ftabel 5% (4,07) dan Ftabel 1% (7,59), dan waktu biji berkecambah Fhitung (0,950) < Ftabel 5% (4,07) dan Ftabel 1% (7,59). Kesimpulan dari penelitian adalah pertumbuhan ciplukan (Physalis angulata) paling tinggi adalah pada P3 yaitu dengan rata-rata tertinggi 4,18cm, persentase biji berkecambah tertinggi yaitu P2 yaitu 6,67% dan waktu berkecambah tercepat P2 yaitu 6 hari setelah tanam (HSS). Kata kunci : Media tanam, Top soil, limbah padat kayu putih (Melaleuca leucandedra L.), Ciplukan (Physalis angulata) 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang