DETAIL DOCUMENT
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM SOLVING SISWA SD NEGERI KLAMPOK LOR
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
PAMUNGKAS, ANGGIT SAPUTRI
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-11-18 04:07:32 
Abstract :
ANGGIT SAPUTRI PAMUNGKAS. NPM 16120139. ?Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Model Problem Solving?. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas PGRI Semarang. 2020. Latar belakang penelitian adalah tidaklah mudah untuk merubah cara berpikir kritis siswa, ketika siswa diberikan soal baru yang berbeda dengan apa yang sudah dicontohkan oleh guru, mereka mengalami kesulitan. Siswa cenderung terpaku dengan soal yang hanya diberikan oleh guru. Oleh sebab itu peneliti ingin mengetahui bagaimana berpikir kritis siswa ketika menggunakan pembelajaran problem solving dalam soal cerita matematika materi kubus dan balok di SD Negeri Klampok Lor. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatatif dengan mengambil tiga sampel yaitu subjek kemampuan berpikir kritis tinggi, subjek kemampuan berpikir kritis sedang, dan subjek kemampuan berpikir kritis rendah. Untuk mengetahui kemmapuan siswa, peneliti menggunakan tes tertulis dan tes wawancara. Siswa dikatakan kritis apabila tes wawancara sesuai dengan tes tertulis. Berdasarkan hasil analisis data setelah dideskripsikan, maka ditemukan Subyek Tinggi dalam kemampuan berpikir kritis ditinjau dari Problem Solving sebagai berikut : (a) telah memahami masalah dengan sangat baik, (b) telah menetukan rencana strategi pemecahan masalah dengan baik, (c) telah menyelesaikan strategi penyelesaian masalah dengan baik, (d) telah memeriksa kembali jawaban yang diperoleh dengan baik. Subyek sedang dalam kemampuan berpikir kritis ditinjau dari Problem Solving sebagai berikut : (a) telah memahami masalah dengan sangat baik, (b) telah menentukan rencana strategi pemecahan masalah dengan baik, (c) tlah menyelesaikan strategi penyelesaian masalah dengan cukup, (d) telah memeriksa kembali jawaban. Subyek rendah dalam kemampuan berpikir kritis ditinjau dari Problem Solving sebagai berikut : (a) telah memahami masalah dengan baik, (b) telah menentukan rencana strategi pemecahan maslaah dengan cukup, (c)telah menyelesaikan strategi penyelsaian masalah tetapi kurang, (d) tidak memeriksa kembali jawaban. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah supaya model pembelajaran Problem Solving dapat digunakan sebagai salah satu alternative guru dalam mengajar. Kata kunci : Analisis, Berpikir Kritis, Problem Solving 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang