Abstract :
Kemampuan berpikir reflektif adalah suatu kegiatan siswa secara aktif dalam
menghubungkan pengetahuan yang pernah diperolehnya dalam menyelesaikan
permasalahan untuk mendapatkan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif siswa dalam memecahkan masalah
matematika ditinjau dari gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Penelitian
ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMP
Negeri 1 Gabus tahun ajaran 2019/2020, dengan subjek penelitian kelas VIII A.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket gaya belajar, soal
tes kemampuan berpikir reflektif, dan pedoman wawancara. Penelitian ini dimulai
dari pengisian angket gaya belajar keudian menentukan subjek penelitian yaitu 3
siswa yang masing-masing memiliki gaya belajar visual, gaya belajar auditorial,
dan gaya belajar kinestetik, kemudian diadakan tes kemampuan berpikir reflektif.
Dilanjutkan dengan wawancara mendalam terhadap subjek penelitian. Triangulasi
dalam penelitian ini menggunakan triangulasi metode. Dalam penelitian
menunjukkan bahwa subjek yang memiliki gaya belajar visual mampu memenuhi
semua indikator dalam fase berpikir reflektif yaitu fase reacting, fase comparing,
dan fase contemplating. Subjek yang memiliki gaya belajar auditorial hanya
mampu memenuhi indikator dalam fase berpikir reflektif yaitu fase reacting, dan
fase comparing. Subjek yang memiliki gaya belajar kinestetik hanya mampu
memenuhi indikator dalam fase berpikir reflektif yaitu fase reacting.
Kata kunci : kemampuan berpikir reflektif, fase berpikir reflektif, gaya belajar