DETAIL DOCUMENT
STUDI KASUS BULLYING DI SD NEGERI 2 BERO JAYATIMUR KECAMATAN TUNGKAL JAYA KABUPATEN MUSI BANYUASIN
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
SHOLEKHAH, ANI
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-11-18 06:59:52 
Abstract :
ANI SHOLEKHAH. NPM 16120271. ?Studi Kasus Bullying Di SD Negeri 2 Bero Jaya Timur Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Musi Banyuasin?. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang. Latar belakang penelitian ini adalah maraknya kasus bullying yang terjadi di lingkungan sekolah. Dan tindakan yang belum ditangani secara serius padahal banyak dampak yang ditimbulkan dari bullying baik secara fisik maupun psikis siswa. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) Apa saja jenis-jenis bullying yang terjadi di SD Negeri 2 Bero Jaya Timur? 2) Apa faktor-faktor penyebab perilaku bullying di SD Negeri 2 Bero Jaya Timur? 3) Bagaimana penanganan bullying di sekolah? Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui jenis-jenis bullying yang ada di SD Negeri 2 Bero Jaya. 2) Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab perilaku terjadinya bullying di SD Negeri 2 Bero Jaya Timur. 3) Untuk mengetahui penanganan di sekolah. Jenis penelitian ini kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data penelitian menggunakan Miles dan Hubbermen. Data penelitian ini diperoleh melalui subyek penelitian diantaranya 15 siswa kelas III-V yang terdiri dari pelaku dan korban bullying, guru kelas III-V, dan Kepala Sekolah. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat kasus bullying di SD Negeri 2 Bero Jaya Timur dan ada dua jenis bullying yang terjadi yaitu bullying verbal dan bullying fisik. Bullying verbal yang dilakukan yaitu: berupa memanggil nama teman dengan julukan lain, seperti: nama orang tua, nama istilah yang lucu, menertawai, mengancam, menggoda, dan mengolo-olok. Contoh Bulliying secara fisik yang terjadi yaitu: menjegal kaki, menarik kursi yang hendak diduduki, memukul (menggunakan tangan ataupun penggaris), mencubit, menarik hijab, menampar, menendang, menyembunyikan (sepatu, tas), mencoret buku, mencipratin lumpur. Bullying ini dilakukan siswa yang menganggap dirinya memiliki kuasa lebih dibanding teman yang lain. Bullying yang dilakukan antar teman dilakukan secara berulang. Motif bullying yang dilakukan adalah sebagai pengawal permainan, menggoda, dan supaya bisa tertawa bersama teman. Faktor penyebab terjadinya tindakan bullying adalah faktor kelompok sebaya dan sekolah. Kepala sekolah dan guru menganggap bullying yang terjadi masih wajar dan hal itu bagian dari cara beradaptasi anak. Dan sudah dilakukan penanganan dengan cara: Memanggil siswa yang melakukan tindakan bullying ke kantor untuk diberi nasihat dan bimbingan oleh guru Kata Kunci : Bullying, Sekolah Dasar dan Penanganan. 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang