Abstract :
Media pembelajaran ternyata selalu mengikuti perkembangan teknologi yang ada,
mulai dari teknologi audio visual, komputer sampai teknologi gabungan. Saat ini
media pembelajaran hasil gabungan teknologi komputer dapat diwujudkan dengan
media teknologi Augmented Reality (AR). Augmented Reality (AR) adalah
teknologi yang digunakan untuk merealisasikan dunia virtual ke dalam dunia
nyata secara real-time. Media pembelajaran mengenal organ pencernaan manusia
pada saat ini sangat monoton, yaitu melalui gambar, buku atau bahkan alat
proyeksi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui
keefektifan media pembelajaran sistem pencernaan manusia untuk kelas iv dengan
fitur Augmented Reality berbasis Android dengan mengambil studi kasus di SDN
Girigondo Purworejo. Penelitian ini menggunakan metode Research and
Development (R & D) dengan model pengembangan waterfall yang terdiri dari
lima tahapan yaitu Analisis (Analyze), Perancangan (Design), Pengembangan
(Development),
Penerapan
(Implementation),
dan
Evaluasi
(Evaluation).
Pengujian menggunakan metode Blackbox dan beta (UAT) dengan Hasil
presentasi pengujian sebesar 98,95% yang artinya sangat baik. Media
pembelajaran layak digunakan oleh siswa, menarik, mudah digunakan dan sangat
jelas. Pengujian berdasarkan kemiringan didapat skala menggunakan kertas A4,
A5 dan A6 didapatkan hasil bahwa markerlles bahwa terdeteksi oleh kamera dari
segi cahaya, jarak dan kemiringan.
Kata Kunci : Augmented Reality , Waterfall, Beta, Pencernaan