DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN STATUS GIZI ANAK TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA 1-2 TAHUN DI DESA TANJUNGANOM KABUPATEN KENDAL
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
DAMAYANTI, APRILIA
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-11-19 01:49:16 
Abstract :
APRILIA DAMAYANTI. NPM 16150031. ?Hubungan Status Gizi Anak Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Usia 1-2 Tahun Di Desa Tanjunganom Kabupaten Kendal?. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas PGRI Semarang. 2020. Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah pentingnya gizi yang baik untuk anak usia 1-2 tahun hal ini dikarenakan pada usia 1-2 tahun anak harus mempunyai pertumbuhan dan perkembangan kemampuan motorik maupun status gizi yang baik agar menjadikan anak tumbuh secara optimal. Disisi lain, peneliti menjumpai masih banyak dari anak yang secara umum memerlukan untuk mengkonsumsi makanan atau zat-zat gizi lengkap setiap harinya. Masih banyak orang tua yang minim tentang pentingnya gizi untuk anak dan kekurangan gizi dapat mempengaruhi kesehatan anak. Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk mengambil sebuah penelitian yang berjudul ?Hubungan Status Gizi Anak Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Usia 1-2 Tahun Di Desa Tanjunganom Kabupaten Kendal?. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi penelitian adalah anak umur 1-2 tahun di Posyandu Anom Jaya Desa Tanjunganom. Sampel yang diambil adalah sebanyak 30 anak. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, dokumentasi, pedoman puku KMS (Kartu Menuju Sehat) dan kuesioner. Hasil analisis kuesioner Diperoleh ttabel pada taraf signifikansi a = 5% sebesar 1,69913 dan thitung = 1984,71827. Maka thitung > ttabel = 1984,71827 > 1,69913 yang artinya hipotesis nol ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh status gizi terhadap motorik kasar. Hasil penelitian menunjukan bahwa 13,33% anak mengalami kekurangan gizi dan 86% anak mempunyai gizi baik. Orang tua dalam membuat menu makanan seimbang terdapat 66,6% membuat menu yang berbeda setiap harinya dan 33,3% orang tua membuat menu makanan yang sama. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan dari penulis adalah supaya orang tua dapat memenuhi kebutuhan status gizi anak agar perkembangan motorik kasar berkembang sesuai optimal. 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang