DETAIL DOCUMENT
PENGARUH VARIASI TEGANGAN PROSES ELEKTROPLATING TEMBAGA PADA BAJA ST 40 TERHADAP KETEBALAN DAN KEKERASAN LAPISAN
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
WIBISONO, HANAFI
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-11-19 02:07:26 
Abstract :
Baja ST 40 digunakan untuk komponen bangunan, otomotif dan alat rumah tangga. Dalam waktu yang lama maka akan terjadinya penurunan mutu yaitu akibat proses elektrokimia yang mengakibatkan korosi. Maka salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan cara elektroplating Tembaga. Elektroplating Tembaga merupakan proses pelapisan logam menggunakan arus listrik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tegangan terhadap ketetebalan dan kekerasan lapisan. Variasi tegangan adalah sebesar 2.5, 5, 7.5, dan 10 volt. Waktu pelapisan 30 menit dengan suhu 30oC. Elektrolit yang digunakan adalah copper cyanide 15gr/l dan sodium cyanide 23gr/l. Ada pengaruh variasi tegangan yaitu semakin besar tegangan maka semakin cepat proses oksidasinya, sehingga endapannya lebih tebal. Hal ini dikarenakan proses deposisi Tembaga akan lebih cepat, sehingga endapan juga lebih banyak. Nilai ketebalan paling tinggi pada rata-rata tegangan 7.5 Volt yaitu 29.7 µm dan nilai ketebalan terendah pada rata- rata tegangan 2.5 Volt yaitu 12.1 µm. Nilai kekerasan paling tinggi pada rata-rata tegangan 7.5 Volt yaitu 85.6 HRB, dan nilai kekerasan terendah pada rata-rata tegangan 10 Volt yaitu 80,3 HRB. Kata kunci : baja ST 40, variasi tegangan, elektroplating Tembaga, ketebalan lapisan, kekkerasan lapisan 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang