DETAIL DOCUMENT
PROFIL PROSES BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA BERDASARKAN TAHAPAN WALLAS DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT (AQ)
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
Nurjana, Ike Purnawati
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-11-19 04:45:07 
Abstract :
Ike Purnawati Nurjana. PROFIL PROSES BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA BERDASARKAN TAHAPAN WALLAS DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT (AQ) (Penelitian dilakukan SMP Negeri 10 Semarang Tahun Pelajaran 2019/2020). Skripsi. Semarang : Fakultas Pendidikan Matematika Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi Informasi. Universitas PGRI Semarang, Juni 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil proses berpikir kreatif matematis siswa dalam menyelesaikan masalah pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar dengan berpandu model Wallas pada siswa ber AQ : (1) tinggi (2)sedang (3)rendah Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 10 Semarang Tahun Pelajaran 2019/2020 pada kelas VIIIC dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian menggunakan 3 orang siswa yaitu siswa ber AQ tinggi, sedang, dan rendah. Data mengenai tingkat AQ menggunakan skor AQ yang didapat dari hasil mengisian Angket ARP (Adversity Response Profile), sedangkan data untuk profil berpikir kreatif matematis diperoleh dari wawancara mendalam berdasarkan hasil tes tertulis siswa. Validasi data dilakukan dengan triangulasi waktu. Analisis data dilakukan melalui langkah-langkah menelaah seluruh data, reduksi data, menyusun data dalam satuan-satuan, dan memeriksa keabsahan data. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa proses berpikir kreatif berpandu model Wallas (a) siswa yang ber AQ tinggi berada pada tingkat 4 yaitu kreatif, (1)Persiapan, siswa mampu mempresentasikan soal dengan pemikirannya sendiri dan memahami informasi awal dengan baik sehingga mampu mengkaitkan informasi yang sudah ada dengan informasi yang sudah ada dengan materi yang pernah dipelajari, (2)Inkubasi, siswa diam sejenak dan berpikir mengkaitkan permasalahan yang diberikan dengan informasi yang sudah didapatkannya untuk memunculkan ide, (3)Illuminasi, siswa mendapatkan ide dan bisa menjalankan idenya dengan baik sehingga mendapatkan jawaban yang benar, (4)Verifikasi, siswa memeriksa kembali jawaban-jawabannya dan mendapatkan ide lain namun ditinggalkan karena dianggap rumit. (b)siswa yang ber AQ sedang berada pada tingkat 3 yaitu cukup kreatif, (1)Persiapan, siswa mampu mempresentasikan soal dengan pemikirannya sendiri dan memahami informasi awal dengan baik sehingga mampu mengkaitkan informasi yang sudah ada dengan informasi yang sudah ada dengan materi yang pernah dipelajari,(2) Inkubasi, siswa diam sejenak dan mengalihkan perhatiannya dari soal dengan membaca kembali soal kemudian barulah memikirkan ide untuk memecahkan masalah dengan mengaitkan materi yang pernah ia dapatkan dengan soal yang ada, (3)Iluminasi, siswa mendapatkan beberapa ide pemecahan masalah dan dapat menjalankan ide nya dengan benar iv sehingga mendapatkan jawaban dengan benar.(4)Verifikasi, siswa tidak memeriksa kembali jawaban yang didapatkannya. (c)siswa yang ber AQ rendah berada pada tingkat 2 yaitu kurang kreatif, (1)Persiapan, siswa kurang mampu mempresentasikan soal dengan pemikirannya sendiri dan tidak memahami informasi awal pada soal sehingga tidak bisa mengkaitkan informasi yang ada dengan materi yang pernah diajarkan, (2)Inkubasi, siswa diam sejenak, kemudian memikirkan ide menyelesaikan masalah dengan mengaitkan informasi awal dengan materi yang pernah diperoleh, (3)Iluminasi, siswa mendapatkan ide yang salah dan menjalankannya sehingga mendapatkan jawaban yang salah, (4)Verifikasi, siswa tidak memeriksa kembali jawabannya. Kata Kunci : Proses Berpikir Kreatif, Model Wallas, Adversity Quotient (AQ) 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang