DETAIL DOCUMENT
CAMPUR KODE DAN ALIH KODE DALAM PERCAKAPAN GURU DAN PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VIII SMP N 27 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
PUTRA, OGAN JULIO
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-11-20 01:46:31 
Abstract :
Ogan Julio Putra. NPM 15410070. Campur Kode dan Alih Kode dalam Percakapan Guru dan Peserta Didik pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP N 27 Semarang Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan campur kode dan alih kode yang digunakan oleh guru dan peserta didik pada saat pembelajaran bahasa Indonesia di dalam kelas. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana campur kode dan alih kode dalam percakapan guru dan peserta didik pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas VIII SMP N 27 Semarang Tahun Pelajaran 2018/2019. Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk campur kode dan alih kode dalam percakapan guru dan peserta didik pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas VIII SMP N 27 Semarang Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, menggunakan teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar yang digunakan dalam pemerolehan data adalah dengan teknik sadap. Teknik lanjutan yang digunakan yaitu, teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik rekam dan teknik cakap. Adapun teknik dan metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode agih dengan teknik bagi unsur langsung (BUL). Hasil penelitian ini ditemukan berbagai bentuk campur kode dan alih kode dalam percakapan guru dan peserta didik pada pembelajaran bahasa Indonesia. Bentuk campur kode yang ditemukan meliputi campur kode internal dan campur kode eksternal. Campur kode internal sebanyak 17 data (65%) terjadi pada tataran kata, frasa dan klausa, sedangkan campur kode eksternal sebanyak 5 data (19%) terjadi pada tataran kata dan frasa. Selanjutnya, bentuk alih kode yang ditemukan meliputi alih kode internal dan alih kode eksternal. Alih kode internal ditemukan 3 data (11%) berupa alih kode dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jawa, sedangkan alih kode eksternal 1 data (3%) yang ditemukan yaitu alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Arab. Hasil penelitian yang ditemukan didominasi terjadinya campur kode internal baik digunakan guru maupun peserta didik di kelas yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian saran yang dapat disampaikan adalah bahwa guru agar memperhatikan penggunaan campur kode dan alih kode dalam pembelajaran. Penggunaan dua bahasa atau lebih dapat dilakukan selama diperlukan sebagai stategi komunikasi untuk mempermudah menyampaikan informasi. 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang