DETAIL DOCUMENT
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DITINJAU DARI KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA KELAS IV SDN TLOGOSARI KULON 01 KOTA SEMARANG
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
ARIANTI, DEVI
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-11-20 03:40:25 
Abstract :
DEVI ARIANTI. NPM 15120279, ?Analisis Kemampuan Penalaran Matematis ditinjau dari Kemampuan Memecahkan Masalah Siswa Kelas IV SDN Tlogosari Kulon 01 Kota Semarang?, Skripsi, Progam Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas PGRI Semarang. Dosen Pembimbing I Joko Sulianto, S.Pd., M.Pd. Pembimbing II Drs. Suyitno Y P, M.Pd. Penelitian ini dilatar belakangi karena kemampuan siswa dalam menalar dan memecahkan masalah matematika kelas IV ini 40% bisa mengikuti, dan 60% siswa yang masih mengalami kendala dalam menalar masalah matematika, siswa kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan siswa memerlukan kemampuan penalaran matematis yang baik dalam proses memahami matematika itu sendiri. Fokus penelitian ini adalah (1) Pembelajaran matematika siswa kelas IV SDN Tlogosari Kulon 01 Semarang, (2) Klasifikasi aspek penalaran matematis ditinjau dari kemampuan memecahkan masalah siswa kelas IV SDN Tlogosari Kulon 01 Kota Semarang. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan proses pembelajaran siswa kelas IV SDN Tlogosari Kulon 01 Kota Semarang, (2) Mendeskripsikan klasifikasi penalaran matematis ditinjau dari kemampuan memecahkan masalah siswa kelas IV SDN Tlogosari Kulon 01 Kota Semarang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di SDN Tlogosari Kulon 01 Kota Semarang. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan tes mengenai penalaran. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika sudah terlaksana sangat baik dengan perolehan persentase 85%. Melalui sepuluh aspek pemahaman siswa mengenai penalaran matematis mampu menunjukan hasil yang baik dengan perolehan persentase memahami pengertian 75%, menentukan metode 75%, memahami contoh negative 71,9%, berpikir deduksi 68,8%, membuat alasan 62,5%, berpikir logis 59,4%, menentukan stategi 53,1% masuk dalam kategori tinggi, untuk aspek penalaran menarik kesimpulan 46,9% masuk dalam kategori rendah, sedangkan pada aspek penalaran berpikir konsisten 21,9% dan aspek penalaran berpikir sistematis 6,3% masuk dalam kategori sangat rendah. Dari perolehan persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa persentase tertinggi yaitu pada aspek penalaran memahami pengertian dan menentukan metode yaitu sebesar 75% , dan persentase sangat rendah adalah aspek penalaran berpikir sistematis yaitu sebesar 6,3%. Secara keseluruhan kemampuan penalaran matematis ditinjau dari kemampuan memecahkan masalah masuk termasuk kategori tinggi Saran yang dapat diberikan dalam skripsi ini adalah diharapkan lebih memperhatikan kemampuan penalaran matematis dan kemampuan memecahkan masalah siswa selama proses pembelajaran di kelas. Kata kunci: matematika, penalaran matematis, pemecahan masalah 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang