DETAIL DOCUMENT
POTENSI FERMENTASI ETANOL DARI BUAH SALAK SEBAGAI ANTISEPTIK DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBUATAN MODUL PEMBELAJARAN BIOLOGI
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
RACHMAWATI, DEVI IRMA
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-11-20 03:47:48 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar etanol dari buah salak dengan variasi konsentrasi Saccharomyces cerevisae dan waktu fermentasi sebagai antiseptik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan dan 4 kali ulangan sehingga diperoleh percobaan sebanyak 12 kali. Jumlah takaran yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 1 : 2, dimana buah salak sebanyak 150 gram ditambahkan dengan aquadest sebanyak 300 ml dan ditambahkan pupuk urea 0,3 gram dan pupuk NPK 0,08 gram sebagai sumber nutrisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh variasi konsentrasi Saccharomyces cerevisae dan waktu fermentasi terhadap kadar etanol buah salak, dimana Fhitung (4,50) > Ftabel 5% (4,26) dan Ftabel 1% (8,02). Tetapi, hasil penelitian yang kedua tidak ada pengaruh konsentrasi Saccharomyces cerevisae dan waktu fermentasi terhadap diameter hambat bakteri Escherichia coli, dimana Fhitung (1,936) < Ftabel 5% (4,26) dan Ftabel 1% (8,02). Kesimpulan penelitian ini yaitu kadar etanol dari buah salak berbeda nyata pada perlakuan variasi konsentrasi Saccharomyces cerevisae dan waktu fermentasi, tetapi kadar etanol dari buah salak tidak berbeda nyata pada perlakuan variasi konsentrasi Saccharomyces cerevisae dan waktu fermentasi sebagai antiseptik. Kadar etanol tertinggi yaitu pada perlakuan C dengan penambahan Saccharomyces cerevisae 2,5 gram dan waktu fermentasi 5 hari dengan kadar 2,79%, sedangkan kadar etanol terendah pada perlakuan A dengan penambahan Saccharomyces cerevisae 1,5 gram dan waktu fermentasi 3 hari dengan kadar 2,76%. Diameter hambat tertinggi pada perlakuan B dengan penambahan Saccharomyces cerevisae 2,0 gram dan waktu fermentasi 4 hari dengan diameter 1,36 mm, sedangkan diameter hambat terendah pada perlakuan A dengan penambahan Saccharomyces cerevisae 1,5 gram dan waktu fermentasi 3 hari dengan diameter 0,54 mm. Implementasi pendidikan penelitian ini pada materi pembelajaran biologi kelas XII semester genap kompetensi dasar 3.15 dan 4.15 dengan bentuk RPP dan Modul materi Bioteknologi dengan model pembelajaran Cooperative Learning. Kata kunci : Fermentasi, Etanol, Salak, Antiseptik, Saccharomyces cerevisae 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang