DETAIL DOCUMENT
ANALISIS ASSESMENT HIGHER ORDER THINKING SKILLS PADA MATERI IPA KELAS RENDAH SDN BUGANGAN 2 SEMARANG
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
MADALENA, RANI
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-11-20 04:35:40 
Abstract :
Rani Madalena. ?Analisis Assesment Higher Order Thinking Skills Pada Materi IPA Kelas Rendah SDN Bugangan 2 Semarang?. Skripsi, Fakultas Ilmu Pendidikan.Universitas PGRI Semarang. Dosen Pembimbing 1 Filia Prima Artharina, S.Pd.,M.Pd. Dosen Pembimbing II Henry Januar Saputra, S.Pd.,M.Pd. Agustus.2020 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil wawancara yang dilakukan pada tanggal 29 oktober 2019 dan 5-6 Desember 2019 dengan Ibu Astri Purbasari S.Pd, Ibu Tutik Lestari S.Pd dan Ibu Siti Romlah S.Pd yang merupakan guru kelas rendah SDN Bugangan 2 Semarang yang dapat disimpulkan bahwa dalam menyusun soal penilaian harian guru tidak membuat kisi-kisi dan melakukan penilain berupa ucap jawab. Fokus penelitian ini adalah Bagaimana Analisis Assesment Higher Order Thinking Skills Pada Materi IPA Kelas Rendah Semester 1 SDN Bugangan 2 Semarang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Analisis Assesment Higher Order Thinking Skills Pada Materi IPA Kelas Rendah SDN Bugangan 2 Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif yang hasil penelitian disajikan dengan bentuk kata- kata. Tempat yang dipiih dalam penelitian ini yaitu SDN Bugangan 2 Semarang. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Assesment HOTS Pada Materi IPA Kelas Rendah Semester 1 SDN Bugangan 2 Semarang dilaksanakan dengan baik. Hal ini dilihat dari hasil telaah soal HOTS yang digunakan pada PTS dan PAS. Namun ada beberapa soal atau penilaiam yang tidak bermuatan materi IPA, karena dalam kelas rendah IPA masih terintegrasi denga materi Bahasa Indonesia sehingga dalam pembuatan soal kedua materi dibagi. Langkah-langkah penyusunan soal HOTS yang dilakukan masih dalam kategori kurang dilihat dari hasil observasi yang disimpulkan mendapat skor 60. Guru sudah memanfaatkan hasil penilaian dan melaporkan hasil penilaian sesuai dengan Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan wawancara dan dokumentasi yang menunjukkan bahwa guru memanfaatkan hasil penilaian untuk mengukur kemampuan siswa dan melaporkannya dalam bentuk deskripsi pada aplikasi raport. Guru sebaiknya membuat kisi-kisi dalam menyusun soal atau penilaian, karena kisi-kisi merupakan pedoman untuk menyusun soal dan dalam pembuatan soal materi yang saling terintegritas harus ada dalam soal. Bagi sekolah, sekolah diharapkan terus melakukan evaluasi terhadap guru dalam melaksanakan penilaian, agar penilaian berorientasi HOTS dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang