Abstract :
Diabetes Mellitus merupakan kumpulan dari gejala gangguan metabolisme yang
ditandai dengan adanya peningkatan kadar gula darah ( hiperglikemia ) baik yang disebabkan
karena defisiensi absolut dari sekresi insulin. Kejadian DM tipe 2 akan meningkat pada usia
?50 tahun dikarenakan di usia ini fungsi dari berbagai organ dalam tubuh telah menurun
terutama insulin, menurunya kerja dari semua fungsi tubuh akan mengganggu metabolisme
dalam tubuh termasuk menurunnya sensitivitas insulin dan gangguan terhadap metabolisme
glukosa. Kadar HbA1C pada orang dengan diabetes memiliki persentase lebih tinggi apabila
dibandingkan dengan orang yang tidak menderita diabetes justru persentasenya lebih rendah.
Untuk mengetahui pengendalian glukosa darah jangka panjang dapat dilakukan dengan
pemeriksaan kadar HbA1C. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan
menggunakan desain penelitian Cross Sectional. Sampel penelitian adalah seluruh pasien
DMT2 yang berobat ke poli Penyakit dalam selama trimester pertama di tahun 2020 di
Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek sebanyak 120 responden. Data
diperoleh dari rekam medis di Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek. Data di
uji dengan uji Odds Ratio. Kesimpulan menjelaskan bahwa ada hubungan antara usia dan
kadar HbA1C denggan komplikasi DM2. Hal ini terbukti hasil perhitungan pada hubungan
usia dengan DM2, didapatkan OR = 8,0 yang artinya usia risiko tinggi 8x lipat risiko
menyebabkan komplikasi pada DMT2. Sedangkan pada hubungan HbA1C dengan DM2,
hasil perhitungan OR = 15,0 artinya Kadar HbA1C Tidak terkontrol 15x lipat berisiko
menyebabkan komplikasi pada DM2.
Kata kunci: Diabetes Mellitus Tipe 2, Usia, HbA1C.