Abstract :
ABSTRAK
Anggraini, Novia. 2021. "Studi Literatur tentang Perbedaan Pengaruh Faktor-Faktor
Pada Musik Klasik Dan Musik Religi Terhadap Tingkat Depresi Pada Lansia?.
Skripsi, Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas
Wijaya Kusuma Surabaya. Pembimbing: dr. Agung Budi Setiawan, Sp. KJ.
Pada orang dengan usia lanjut akan mudah mengalami perubahan mental ditandai
dengan sikap yang salah satunya adalah mudah depresi. Depresi yang sering terjadi pada lansia
merupakan salah satu gangguan emosi dengan kondisi menjadi kurang bersemangat dalam
menjalani hidup, mudah putus asa, aktivitas menurun, dan cepat lelah. Ada beberapa cara yang
dapat digunakan untuk membantu mengurangi depresi, salah satunya dengan terapi musik.
Musik merupakan elemen yang dapat melatih otot-otot dan pikiran menjadi relaks, bertujuan
menghibur para lansia sehingga dapat meningkatkan semangat hidup. Terapi musik tersebut
antara lain, musik klasik dan musik religi. Penelitian ini bertujuan untuk mereview dan
mengkaji perbandingan terapi musik klasik dengan terapi musik religi terhadap depresi pada
lansia. Desain penelitian yang dipakai adalah desain deskriptif dengan pendekatan literature
review. Hasil observasi literatur tersebut selanjutnya dianalisis berdasarkan faktor-faktor dari
komponen musik itu sendiri, antara lain faktor tempo musik, frekuensi, melodi, irama, dan
makna lagu. Hasil dari literatur review tersebut didapatkan bahwa terjadi perbedaan antara
musik klasik dan musik religi yang mempengaruhi terhadap tingkat depresi pada lansia.
pemilihan terapi antara musik klasik dan religi sama-sama memberikan hasil yang baik dalam
menurunkan tingkat depresi pada lansia. Jika dilakukan perbandingan penilaian secara
kualitatif dan kuantitatif, maka terapi musik klasik lebih unggul dibandingkan musik religi.
Pada faktor tempo suara yang dihasilkan didapatkan bahwa musik klasik menghasilkan tempo
lebih rendah dengan 50-60 ketukan/menit daripada musik religi dengan 70-80 ketukan/menit.
Faktor melodi dan irama musik yang dihasilkan, didapatkan musik klasik memiliki rata-rata
desibel lebih rendah dengan 67-72,8 dB dibandingkan degan musik religi dengan 77,8-80 dB.