Abstract :
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan tanda dan gejala akut, akibat infeksi yang terjadi disetiap bagian saluran pernafasan atau struktur yang berhubungan dengan pernafasan, berlangsung tidak lebih dari 14 hari. Berat badan rendah merupakan salah satu faktor resikoISPA, berat badan rendah memliki daya tahan tubuh rendah, sehingga memudahkan mengalami infeksi saluran pernafasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian ISPA dengan berat badan rendah pada Balita di Puskesmas Arjasa, Kabupaten Sumenep. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain pendekatan Cross Sectional. Populasi yang digunakan oleh peneliti adalah balita yang diperiksa di Puskesmas Arjasa, Kabupaten Sumenep, sampel didapatkan sesuai kriteria inklusi dan eklusi. Besar sampel 52 sampel dengan teknik pengambilan sampel purpossive sampling, data yang digunakan adalah data primer. Hasil penelitian di dapatkan 76,93% responden mengalami kejadian ISPA., 73,08% responden memiliki berat badan rendah. Analisis menggunakan uji Chi-Squaredidapatkan hubungan yang signifikan antara kejadian ISPA dengan Berat Badan Rendah pada Balita dengan nilai p<0,05. Saran peneliti agar petugas kesehatan memberikan penyuluhan kesehatan bagi masyarakat tentang bahaya ISPA, cara pencegahan dan pengobatan ISPA di rumah.
Kata Kunci: Infeksi Saluran Pernapasan Akut, Berat badan rendah, BALITA