Abstract :
Madu memiliki kandungan kadar gula yang tinggi, hidrogen peroksida (H2O2), tingkat
keasaman yang tinggi dan senyawa organik (polifenol, flavonoid dan glikosida) yang
menyebabkan madu berpotensi sebagai antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
efektivitas madu sebagai antifungi dan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) madu dalam
menghambat pertumbuhan Candida albicans dengan metode mikrodilusi. Penelitian ini
menggunakan jenis penelitian uji eksperimental dengan post test control only design
menggunakan metode mikrodilusi untuk melihat efektivitas madu sebagai antifungi dalam
menghambat pertumbuhan Candida albicans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu
mampu menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dengan metode mikrodilusi pada
semua konsentrasi (100%; 50%; 25%; 12,5%; 6,25%; 3,125%; 1,5625; 0,78%; kontrol positif
dan kontrol negatif b/v). Hambatan Pertumbuhan C. albicans terbesar terjadi pada kelompok
madu dengan konsentrasi 100%. Berdasarkan uji statistik Pos Hoc, kelompok konsentrasi 100,
50, 25% serta kontrol positif memiliki hambatan yang berbeda secara signifikan (P<0.05) dengan
kelompok negatif. Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) madu dalam menghambat
pertumbuhan Candida albicans dengan metode mikrodilusi pada perlakuan konsentrasi madu
25%. Dengan demikian berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa madu efektif
dalam menghambat pertumbuhan C. albicans sehingga bisa dimanfaatkan untuk pengobatan
penyakit kandidiasis.
.
Kata kunci: Madu, Candida Albicans, Metode Mikrodilusi