Abstract :
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui toksisitas ekstrak buah maja (Crescentia
cujete L.) terhadap histopatologi organ hepar dilihat dari inflamasi, nekrosis, degenerasi dan
hemoragi pada Tikus (Sprague-Dawley) sebanyak 24 ekor dengan BB 200 gram berumur 3
bulan, dimana terdapat 4 perlakuan dan 6 ulangan. Tikus diadaptasikan terlebih dahulu selama
1 minggu, perlakuan dilakukan selama 14 hari dan tikus diberikan makan dan minum secara
adlibitum. Perlakuan yang diberikan pada tikus masing-masing dibagi menjadi empat
kelompok perlakuan yaitu P0 dosis 0 mg/kg BB, P1 dosis 1250 mg/kg BB, P2 dosis 2500 mg/kg
BB dan P3 dosis 5000 mg/kg BB. Tikus dieuthanasi menggunakan dislokasi cervicalis dan
nekropsi dilakukan dengan mengambil organ hepar untuk dijadikan preparat dengan
pewarnaan HE. Kemudian dilakukan pengamatan Histopatologi pada hepar tikus (Sprague?Dawley) dengan parameter antara lain degenerasi, nekrosis, inflamasi, kongesti dan hemoragi.
Mikroskop digunakan untuk mengamati menggunakan perbesaran 100x dan 400x. Kemudian
Hasil dianalisis menggunakan metode Kruskal Wallis menunjukan terdapat perbedaan yang
signifikan (P < 0,05) terhadap inflamasi dan kongesti. Perbedaan yang tidak signifikan (P >
0,05) terhadap nekrosis, hemoragi dan degenerasi sedangkan proliferasi ductus biliverus organ
hepar menunjukan hasil sangat nyata P < 0,01. Maka, berdasarkan hasil penelitian diperoleh
kesimpulan bahwa terdapat perubahan histopatologi hepar terhadap parameter inflamasi dan
kongesti pada P2 dan P3.
Kata Kunci: Ekstrak Buah Maja (Crescentia cujete L.), Hepar, Tikus (SpragueDawley),Toksisitas