Abstract :
ABSTRAKSI
Jembatan Irung Petruk berada pada zona gempa 3 sesuai dengan SNI 2833- 2016 yang pada perencanaan semula adalah Jembatan dengan komposisi utama beton konvensional menggunakan tipe Arch Bridge Concrete, seiring berkembangnya kapasitas volume kendaraan yang terjadi, Jembatan Irung Petruk perlu di Redesign menggunakan Pembebanan yang menganut pada SNI 1725 ? 2016. Pemilihan tipe untuk bentang panjang adalah menggunakan rangka baja sesuai Manual Perencanaan Struktur baja untuk jembatan menggunakan tipe Warrant Truss lalu perletakan elastomer menggunakan bantalan karet sesuai SNI 3966 ? 2008 dan dengan pembagian 2 bentang sepanjang 55 meter serta ditopang oleh 2 buah abutment pada sisi kanan dan sisi kiri jembatan dan pada tengah jembatan terdapat pilar portal sebagai tumpuan bantu agar jembatan dapat memikul Pembebanan yang terjadi serta dapat menahan beban akibat gempa
Kata Kunci : Redesign, Warrant Truss, Rangka Baja, SNI 1725 ? 2016, SNI 2833 - 2016
ABSTRACT
As according SNI 2833-2016, the Irung Petruk Bridge was built in seismic zone 3 and also was originally created as a bridge with a main composition of conventional concrete utilizing the Arch Bridge Concrete design. In addition to increasing traffic volume capacity, the Irung Petruk Bridge should be redesigned to comply with SNI 1725 ? 2016. Steel frames, according to the Steel Construction Planning Manual for bridges adopting the Warrant Truss type, are also the best choice for long spans. An elastomer was then built using rubber pads in compliance with SNI 3966 ? 2008, with twin spans spanning 55 meters and supported by two abutments on the bridge's right and left sides. In the middle of the bridge, there is a portal pillar that functions as an additional pedestal, allowing the bridge to bear and endure the loads induced by earthquakes.
Keyword : Redesign, Warrant Truss, Rangka Baja, SNI 1725 ? 2016, SNI 2833 - 2016