DETAIL DOCUMENT
Deteksi brucellosis pada sapi potong di desa Gayam kecamatan Gayam kabupaten Bojonegoro dengan metode Rose Bengal Test (RBT)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Author
Sukendra, Fellah Attaqy
Subject
SF Animal culture 
Datestamp
2022-09-01 08:28:53 
Abstract :
Brucellosis dapat terjadi pada sapi, babi, domba dan kambing namun penyebarannya pada manusia yang lebih beresiko yaitu dari sapi. Penyebaran Brucellosis dapat melalui udara (airborne) dan kontak langsung pada sapi yang terinfeksi. Pengendalian dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu melakukan biosecurity pada peternakan, melakukan uji RBT terhadap sapi potong untuk mengetahui adanya Brucellosis pada daging sapi potong tersebut, serta melakukan vaksinasi pada populasi yang terkena. Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas, penelitian ini dilakukan untuk mendeteksi adanya penyakit Brucellosis melalui uji Rose Bengal Test (RBT) khususnya di Desa Gayam KecamatanGayam Bojonegoro. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif dengan populasi sapi ternak sebanyak 500 ekor dan sampel yang diambil sebanyak 42 sampel darah sebanyak 3 ml dari total keseluruhan populasi 500 ekor, dengan tingkat konfidensi 95%, teknik pengambilan sampel ini menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan menghitung jumlah hasil positif untuk mendeteksi adanya reaktor Brucellosis dengan Rose Bengal Test. Deteksi adanya antibodi Brucella dengan melihat jumlah seluruh sampel positif. Dan dari hasil analisis yang telah dilakukan, didapatkan fakta tidak ditemukannya antibodi Brucella pada sapi yang diperiksa dengan menggunakan pengujian Rose Bengal Test (RBT). Kata kunci: Brucellosis, Rose Bengal Test (RBT), Complement Fixation Test(CFT), Sapi potong 
Institution Info

Universitas Wijaya Kusuma Surabaya