Abstract :
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran histopatologi limpa dan jumlah sel eosinofil dengan induksi aloksan dan ekstrak daun kembang bulan (Tithonia diversifolia) pada tikus wistar (Rattus norvegicus). Sebanyak 24 ekor tikus wistar jantan dengan 4 perlakuan yaitu P0 (kontrol), P1 (diinduksi metformin 250 mg/kgbb) pada hari ke 8 - 14, P2 (diinduksi aloksan 100 mg/kgbb) pada hari
ke 1-7 secara interaperitonial dengan CMC-Na 1%, P3 (diberi dengan ekstrak daun kembang bulan 300 mg/kgbb) secara peroral pada hari ke 8-14. Tikus setelah dikatakan diabetes melitus dengan angka kadar gula darah > 135 mg/dL kemudian diberikan perlakuan dengan metformin pada P1, dan P2 diberikan perlakuan CMC?Na 1% dan pada P3 diberikan ekstrak daun kembang bulan. Nekropsi dilakukan
pada hari ke 15 dan di ambil organ limpanya dan sedikit darah untuk dijadikan dalam bentuk preparat dan apusan darah. Lesi yang diamati Degenerasi, nekrosis dan jumlah sel eosinofil pada darah dengan menggunakan mikroskop. Hasil
penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak daun kembang bulan berpengaruh terhadap perubahan histopatologi jaringan limpa tikus sedangkan pada apusan darah jumlah eosinofil tidak berpengaruh terhadap pengaruh pemberian ekstrak daun kembang bulan.
Kata Kunci: Aloksan, Ekstrak daun kembang bulan (Tithonia diversifolia),Degenerasi, Nekrosis, Eosinofil