Institusion
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Author
Kusumawardani, Dinda Arum
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2022-10-04 12:28:08
Abstract :
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas ekstrak daun sambiloto (Andrographis paniculta) sebagai antibakteri Pasteurella multocida secara in vitro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode difusi atau cakram kertas Kirby-Bauer dengan lima perlakuan dan lima pengulangan yang terdiri dari P(-) DMSO disk sebagai kontrol negatif, P(+) Kloramfenikol disk sebagai kontrol positif, P(1) ekstrak daun sambiloto dengan konsentrasi 10%, P(2) ekstrak daun sambiloto dengan konsentrasi 20%, P(3) ekstrak daun sambiloto dengan konsentrasi 40%. Penelitian ini menggunakan media Mueller Hinton Agar yang telah diinokulasi Pasteurella multocida, kemudian kertas cakram ditetesi dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 40%, selanjutnya dilihat zona bening yang tidak ditumbuhi bakteri Pasteurella multocida. Rata-rata zona hambat yang terbentuk P-sebesar 6,00 mm, P+ sebesar 32.87 mm, P1 sebesar 18.07 mm, P2 sebesar 20.46 mm, P3 sebesar 23.61 mm dan Analisis percentage inhibition of diameter growth (PIDG) yaitu P(-) sebesar 0 %, P(+) sebesar 447,93 %, P1 sebesar 201,20 %, P2 sebesar 241,03 %, P3 sebesar 293,50 %. Hasil pengujian dapat dianalisis dengan uji Kruskal Walis terdapat zona hambat pertumbuhan Pasteurella multocida yang menujukan perbedaan nyata (P>0,05). Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini bahwa ekstrak daun sambiloto (Andrographis paniculata) memiliki efektifitas antibakteri terhadap Pasteurella multocida.
Kata Kunci : Pasteurella multocida, daun Sambiloto, antibakteri, zona hambat, PIDG