Abstract :
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun katuk
(Sauropus androgynus) terhadap gambaran histopatologi pulmo tikus Sprague
dawley yang diinduksi ekstrak daun katuk dengan dosis 50 mg/kg, 500 mg/kg, dan
500 mg/kg pulmo tikus Sprague dawley selama 14 hari. Tikus Sprague dawley
jantan sebanyak 24 ekor dengan empat perlakuan, kontrol aquadest (P0), dosis 50
mg/kg (P1), 500 mg/kg (P2), dan 5000 mg/kg (P3). Tikus Sprague dawley di
euthanasi dengan metode dislokasi cervicalis dan nekropsi dilakukan dengan
mengambil organ pulmo untuk dijadikan preparat histopatologi dengan pewarnaan
HE. Lesi yang diamati antara lain degenerasi, nekrosis, inflamasi dan hemoragi.
Pengamatan dilakukan menggunakan mikroskop dengan perbesaran 400x lapang
pandang. Kemudian hasil yang didapat dianalisis dengan metode Kruskal Wallis
dan Mann Whitney. Hasil pengujian Kruskal Wallis menunjukkan perbedaan nyata
(p< 0,05) dan pengujian Mann Whitney menunjukkan terdapat perbedaan pada
perlakuan (P1), (P2), dan (P3), sedangkan pada perlakuan kontrol (P0) tidak
terdapat perbedaan yang nyata. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa
ekstrak daun katuk dengan dosis 50 mg/kg, 500 mg/kg dan 5000 mg/kg
menimbulkan terjadinya nekrosis, inflamasi dan hemoragi dan sebagai dampak
toksisitas pada pulmo tikus Sprague dawley.
KataKunci : Tikus, (Sauropus androgynus),toksisitas, pulmo