Abstract :
Salah satu masalah yang dihadapi oleh petani bawang merah di Desa
Pondok Kelor, Kecamatan Paiton kabupaten Probolinggo Jawa Timur adalah
kualitas bawang merah yang rendah kualitas sehingga petani mengalami kerugian.
Bawang merah kualitas rendah dibuang sebagai limbah, tidak memiliki nilai
ekonomis dan berpotensi mencemari lingkungan. Program pemberdayaan
masyarakat yang dilakukan oleh CSR PT POMI kepada kelompok tani
Sumberrejeki menerapkan konsep ekonomi sirkular dengan memanfaatkan
limbah bawang kualitas rendah menjadi bumbu masak instan melalui pelatihan
dan pendampingan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran
penerapan sirkular ekonomi pada proses pemberdayaan masyarakat yang
dilakukan oleh CSR PT POMI di kelompok tani Sumber Rejeki dalam mengelola
limbah bawang kualitas rendah sebagai bahan baku bumbu instant. Tipe penelitian
adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada kelompok tani
Sumber Rejeki, Desa Pondok Kelor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Data
diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif dan dokumentasi.
Hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat telah menerapkan ekonomi sirkular,
kelompok tani telah terampil memanfaatkan limbah bawang merah kualitas
rendah menjadi bumbu masak siap saji dan menjadi produk olahan khas desa
serta menghasilkan nilai ekonomi sebesar Rp. 8,488,000.00 per periode panen.
Dengan demikian upaya menyelamatkan limbah bawang kualitas rendah
memberikan manfaat dalam meningkatkan pendapatan kelompok petani bawang.