Abstract :
HUBUNGAN KENAIKAN KADAR C-REACTIVE PROTEIN DENGAN JUMLAH LEKOSIT DARAH PADA KEJADIAN DEMAM BALITA DI RSIA SOERYA SIDOARJO
Siti Hadijah*
Dr. Novina Aryanti, Sp.PK**
*Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter.
**Dosen Pembimbing Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.
ABSTRAK
Demam adalah peningkatan suhu tubuh dari batasan normal yang berhubungan dengan peningkatan set point suhu di hipotalamus. pemeriksaan penunjang sederhana dapat digunakan sebagai penyaring apakah demam itu disebabkan oleh bakteri atau bukan salah satunya adalah dengan C-Reactive Protein (CRP) yang merupakan salah satu indikator penilaian peradangan atau kerusakan jaringan (nekrosis) dan sebagai salah satu parameter untuk membantu menegakan diagnosis dini dari suatu proses infeksi.
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional, dan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah peningkatan jumlah lekosit akan diikuti dengan peningkatan kadar CRP pada darah balita yang mengalami demam di RSIA Soerya Sidoarjo. Populasi pada penelitian ini adalah sampel darah pasien yang memeriksakan darah lengkap di laboratorium RSIA Soerya Sidoarjo dengan besar sampel yang digunakan sebesar 30 sampel darah. Dengan teknik pengambilan sampel darah yang dilakukan secara konsekutif. Dan uji statistic yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t tidak berpasangan (independent sampel t-test) dan uji diagnostik.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah lekosit akan diikuti dengan peningkatan kadar CRP pada darah balita yang mengalami demam di RSIA Soerya Sidoarjo, yang terbukti dengan perolehan nilai korelasi sebesar 0,425 dengan p-value = 0,019 yaitu < α (0.05)
Kata kunci : Kadar C-Reactive Protein, Lekosit Darah, Demam