Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara lebih mendalam tentang
halangan bagi tenaga kerja lokal (etnis Jawa) sebagai petambak garam dan
diskriminasi tenaga kerja yang ada di lahan tambak garam di Kota Surabaya.
Adanya syarat mutlak dalam penggunaan tenaga kerja yang memproduksi garam
di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode
wawancara mendalam (indepth interviewing). Sampel yang digunakan dalam
penelitian ini sebanyak tujuh orang dengan menggunakan teknik pengambilan
sampel snowball sampling yaitu mendapatkan informasi ataupun data berdasarkan
rekomendasi dari orang lain yang benar-benar memahami permasalahan penelitian
ini. Hasil dari penelitian ini yaitu ditemukan sebuah fakta bahwa dalam kegiatan
produksi garam di Kota Surabaya diharuskan menggunakan tenaga kerja nonlokal
yang ber-etnis Madura dengan alasan hanya tenaga kerja etnis Madura yang
mau dan mampu menerima konsekuensi berat yang telah diatur oleh para pemilik
tambak garam di Kota Surabaya. Pemilik tambak garam di Kota Surabaya tidak
memberikan halangan bagi tenaga kerja lokal untuk memproduksi garam, hal ini
dibuktikan dengan sebuah inovasi baru dengan mengalihkan fungsi lahan kosong
menjadi sebuah tambak garam buatan dengan tujuan untuk menarik tenaga kerja
lokal. Hal ini dapat memicu adanya diskriminasi namun, tidak menimbulkan
konflik.
Kata Kunci : Hambatan Etnis, Gubuk Derita, Diskriminasi Tenaga Kerja,
Petambak Garam, Produksi Garam
This study aims to find out more deeply about obstacles for local labor (ethnic
Javanese) as salt farmers and labor discrimination that exist in salt ponds in
Surabaya. There is an absolute requirement in the use of salt-producing labor in
Surabaya City. This research uses a qualitative method with ethnography
approach. Data collection technique using in-depth interviewing method. The
sample used in this research is seven people by using sampling technique
snowball sampling that is getting information or data based on recommendation
from others who really understand the problem of this research. The result of this
research is found a fact that in salt production activity in Surabaya City required
to use non-local worker with ethnic Madura on the grounds that only Madura
ethnic workers are willing and able to accept the heavy consequences that
arranging by the owners of salt pond in Surabaya. Salt pond owners in Surabaya
do not impose barriers to local labor to produce salt, as shown by a new
innovation by transferring function of vacant land into an artificial salt pond to
attract local labor. This can lead to discrimination but, without causing conflict.
Keywords: Ethnic Barriers, Hut Of Misery, Labor Discrimination, Salt Farmers,
Salt Production