Abstract :
ABSTRAK
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan
virus Dengue yang ditularkan melewati gigitan nyamuk Aedes aegypti. DBD tidak
dapat menular secara kontak langsung, tetapi melalui perantara dari gigitan
nyamuk. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus Dengue
dengan gejala demam tinggi yang tiba-tiba dan disertai manifestasi pendarahan
yang berkecenderungan menimbulkan syok hingga efek kematian. Sampai detik ini
obat maupun vaksin dari DBD belum ditemukan, cara umtuk mencegah penyebaran
penyakit ini adalah memutus rantai penularan dengan pengendalian vector.
Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di
Indonesia berkaitan dengan berbagai faktor risiko, seperti lingkungan yang
mendukung tempat nyamuk berkembangbiak dan pengetahuan masyarakat yang
kurang terhadap pentingnya pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Secara tidak
langsung lingkungan akan berpengaruh pada populasi vektor yang dapat menjadi
memicu terjadinya endemi pada suatu wilayah. Tujuan penelitian ini untuk
memahami hubungan antara faktor lingkungan dengan kejadian Demam Berdarah
Dengue (DBD). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu study literature
dengan menggunakan data sekunder dengan mengumpulkan, mengkaji dan
meninjau hasil penelitian yang sudah ada sebelumnya. Sumber data yang digunakan
pada penelitian ini berasal dari Google Scholar, dan jurnal elektronik (e-journal).
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan faktor lingkungan dengan
kejadian demam berdarah dengue, faktor lingkungan seperti Cuaca, Lingkungan
Rumah, Kepadatan Penduduk, Suhu dan Temperatur menjadi faktor yang dapat
meningkatkan perkembang biakan nyamuk secara pesat. Saran diharapkan
masyarakat lebih aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan lebih
memperhatikan barang-barang bekas yang dapat menampung air, seperti ban,
kaleng, bahan-bahan plastik.
Kata Kunci: Faktor Lingkungan, Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD)