DETAIL DOCUMENT
Pengaruh edukasi tentang status gizi, usia, jenis kelamin, aktivitas fisik terhadap penurunan kejadian hiperurisemia pada desa Saseel Kec. Sapeken
Total View This Week0
Institusion
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Author
Nopitasari, Fitria
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2023-02-15 04:53:12 
Abstract :
Hiperurisemia ialah kondisi ketika kadar asam urat dalam darah meningkat. Faktor risiko yang juga berpengaruh yaitu aktivitas fisik yang dilakukan, Aktivitas fisik seperti berolahraga, gerakan fisik lainya dapat membantu ekskresi asam urat. Selanjutnya, faktor risiko hiperurisemia adalah jenis kelamin, pada pria sebelum usia 30 tahun dikatakan lebih banyak mengalami hiperurisemia karena pria biasanya memiliki serum asam urat lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan, tetapi pada usia 60 tahun. Faktor- faktor risiko yang telah dijelaskan dapat menyebabkan hiperurisemia. Oleh karena itu pada penelitian ini, peneliti ingin melakukan penelitian terkait pengaruh pemeberian edukasi tentang status gizi, usia, jenis kelamin, aktivitas fisik terhadap penurunan kejadian hiperurisemia. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan metode eksperimen semu (Quasy Experiment) door to door. Populasi dan sampel yang diambil adalah pasien yang telah tercatat menderita hiperurisemia di pustu desa saseel, kec.sapeken kab. sumenep yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 35 responden. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah chi-square yang kemudian akan dilanjutkan dengan koefisien kontingensi. Dan dari hasil analisis, ditemukan fakta tidak adanya pengaruh antara edukasi tentang status gizi dan aktivitas fisik terhadap penurunan kejadian hiperurisemia pada Desa Saseel Kec. Sapeken. Kata kunci : Edukasi, Status Gizi, Aktivitas Fisik, Penurunan Hiperurisemia 
Institution Info

Universitas Wijaya Kusuma Surabaya