Abstract :
Sidoarjo merupakan salah satu kota dalam Provinsi Jawa Timur yang memiliki sektor
industri yang cukup padat. Dengan pertumbuhan roda perekonomian di Kota dan Kabupaten
Sidoarjo mengakibatkan bertambahnya kepadatan lalu lintas. Jl. Lingkar Timur sendiri
merupakan jalan utaman untuk kendaraan dari pabrik/industry menuju ke tempat tujuan masing
masing. Di Jalan Lingkar Timur, ada SiRIE (Sidoarjo Rangkah Industrial Estate) yang berarti di
sana terdapat kawasan industri. Namun sangat disayangkan apabila kita melewati Jl. Lingkar
Timur, Sidoarjo terdapat banyak kerusakan yang terjadi disana.
Pada tugas akhir kali ini dilakukan analisa kerusakan jalan menggunakan metode Surface
Distress Index (SDI). Metode SDI ini akan digunakan untuk menganalisis jeniskerusakan yang
terjadi pada ruas Jl. Lingkar Timur, Sidoarjo. Selanjutnya akan dilakukan perhitungan overlay
atau lapis tambahan pada ruas jalan tersebut. Setelah kedua Langkah tersebut dilakukan maka
tahap selanjutnya adalah menghitung kuisioner menggunakan statistic deskriptif untuk
mengguna jalan dan masyarakat.
Dari hasil Analisa yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa nilai SDI pada
ruas Jl. Lingkar Timur, Sidoarjo (Arah Candi ? Gedangan) sebesar 45,08 dengan penilaian
kondisi jalan Baik dan untuk kriteria penanganannya adalah Pemeliharaan Rutin. Untuk nilai
SDI pada arah sebaliknya Gedangan ? Candi = 43,2 dengan kondisi penilaian jalan Baik dan
untuk kriteria penangannya adalah Pemeliharaan Rutin. Namun yang menjadi perhatian pada
STA. 13+600 dari arah Candi ? Gedangan dengan penilaian kondisi jalan Rusak Berat dan untuk
kriteria penangannya adalah Rekonstruksi (overlay). Hasil perhitungan overlay sebesar 8,25 cm.
Kuisioner yang telah dilakukan terhadap pengguna jalan dapat disimpulkan bahwa untuk Untuk
aspek keamanan yang mempengaruhi adalah kestabilan kendaraan jadi tergangguakibat kondisi
jalan, Untuk aspek kenyamanan yang mempengaruhi pengguna jalan adalah guncangan yang
berlebihan terjadi pada pengguna jalan, Untuk aspek biaya yang mempengaruhi pengguna jalan
adalah keterlambatan dalam mendistribusikan barang akibat kondisi jalan yang ada.