Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi harga di tingkat produsen dan konsumen (1), elastisitas transmisi harga (2), serta tingkat integrasi pasar jagung vertikal di tingkat produsen (petani) dan konsumen (retailer) di Provinsi Jawa Timur (3). Analisis integrasi pasar digunakan sebagai bahan informasi masukan kepada Pemerintah dalam menetapkan kebijakan pembangunan di bidang pertanian di wilayah penelitian. Penelitian ini termasuk tipe kuantitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data deret waktu bulanan dari Januari 2018 sampai dengan Bulan sampai dengan . Desember 2021 untuk data harga jagung di tingkat produsen dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, data harga jagung di tingkat konsumen dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur (website SiSKAPERBAPO). Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa koefisien variasi harga di tingkat produsen adalah 8,9 persen (fluktuasi tinggi dan tidak stabil), sedangkan koefisien variasi harga di tingkat konsumen adalah 2,8 persen (rendah dan stabil). Nilai elastisitas harga (et) jagung pada tahun 2019-2021 masing-masing sebesar 0,0033 (inelastis), -0,2029 (inelastis), dan 2,6359 (elastis). Hal ini mengindikasikan bahwa laju perubahan harga di tingkat konsumen lebih besar (tahun 2019 dan 2020) dan lebih kecil dari tingkat perubahan harga di tingkat produsen (nilai et > 1 berarti pemasaran jagung tidak efisien). Integrasi pasar jagung di Jawa Timur menyimpulkan bahwa antara pasar produsen dan pasar konsumen memiliki integrasi pasar yang lemah dalam integrasi jangka pendek dan jangka panjang, sehingga menunjukkan bahwa informasi pasar tidak ditransmisikan secara sempurna oleh pelaku pasar, terutama pedagang besar yang bertindak sebagai price maker.